Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: SIKAP BAHASA GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA LAMPUNG DI BANDAR LAMPUNG Sofiyana, Rosa; Bela, Selsa; Sari, Mei Fatmila; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Kartika, Atik
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.814

Abstract

This sociolinguistic study explores the language attitudes of young generations towards the Lampung language in Bandar Lampung, addressing the critical issue of local language vitality in the era of globalization. Employing a qualitative literature review methodology, the research analyzed academic publications from 2014-2024 focusing on language attitudes, sociolinguistics, and regional language preservation. Through comprehensive data extraction and thematic analysis, the study identified three primary factors influencing young people's language attitudes: globalization and modernization, education and media, and social structural changes. The findings reveal a significant decline in Lampung language usage among youth, highlighting its diminishing attractiveness as a communication tool and local identity symbol. The research contributes theoretical insights into the dynamic relationship between language attitudes, cultural identity, and modernization challenges, emphasizing youth's crucial role as social change agents. Strategic recommendations include holistic preservation approaches, educational program development, cultural expression platforms, and leveraging digital technologies to revitalize the Lampung language.   Studi sosiolinguistik ini mengeksplorasi sikap bahasa generasi muda terhadap bahasa Lampung di Bandar Lampung, dengan menyoroti isu penting mengenai vitalitas bahasa lokal di era globalisasi. Dengan menggunakan metodologi tinjauan literatur kualitatif, penelitian ini menganalisis publikasi akademik dari tahun 2014-2024 yang berfokus pada sikap bahasa, sosiolinguistik, dan pelestarian bahasa daerah. Melalui ekstraksi data yang komprehensif dan analisis tematik, studi ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi sikap bahasa anak muda: globalisasi dan modernisasi, pendidikan dan media, serta perubahan struktur sosial. Temuan penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan dalam penggunaan bahasa Lampung di kalangan remaja, menyoroti berkurangnya daya tarik bahasa ini sebagai alat komunikasi dan simbol identitas lokal. Penelitian ini memberikan wawasan teoritis mengenai hubungan dinamis antara sikap bahasa, identitas budaya, dan tantangan modernisasi, dengan menekankan peran generasi muda.
SINERGI MUSIK BUTABUH DAN HADRAH: KETERKAITAN BUDAYA DAN SPIRITUALITAS DALAM TRADISI LAMPUNG DI PEKON PADANG KHINCANG Aris, Muhammad; Danema, Nur Imania; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.818

Abstract

Musik Butabuh dan Hadrah merupakan bagian integral dari tradisi masyarakatLampung, khususnya di Pekon Padang Khincang. Penelitian ini bertujuan mengungkap sinergi keduanya dalam melestarikan nilai budaya dan spiritual. Musik Butabuh, yang diwariskan secara turun-temurun,mengandung unsur adat istiadat dan kearifan lokal, sementara Hadrah, dengan lantunan salawatnya, memperkuat aspek keagamaan. Keduanya kerap dimainkan bersama dalam acara adat seperti pernikahan, khitanan, dan penyambutan tamu, menciptakan suasana sakral dan memperkuat identitaskomunitas. Penelitian ini Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi argumentatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Butabuh, seni musik tradisional khas Lampung, merefleksikan kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat, sedangkan Hadrah lebih berfokus pada nilai-nilai keislaman melalui lantunan salawat. Keduanya sering dimainkan bersama dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan khitanan, menciptakan harmoni antara budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi ini jugamenunjukkan adaptasi masyarakat Lampung dalam melestarikan warisan budaya mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya melestarikan Butabuh dan Hadrah sebagai warisan budaya yang sarat makna spiritual dan sosial.
PERAN TRADISI SEKURA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT LAMPUNG Tamara , Sherlia; Afriliyana, Dina; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Tiyuh Lampung: Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/tiyuhlampung.v9i2.1286

Abstract

The Sekura tradition is an important cultural heritage for the people of West Lampung, reflected through the Sekura Mask and its accompanying dance. This tradition embodies social and cultural values such as togetherness, mutual cooperation, and gratitude, which are integral to the local community's way of life. Although this tradition is still maintained today, globalization presents significant challenges to its preservation. The influence of foreign cultures, particularly through social media and technology, has caused the younger generation to drift away from traditional arts. Therefore, serious efforts are needed to introduce and engage the younger generation in preserving the Sekura tradition. Education about the importance of local culture, along with the dissemination of information through various media channels, can help introduce and safeguard this tradition. The preservation of the Sekura tradition relies not only on government support but also on active community participation. Tradisi Sekura merupakan warisan budaya yang penting bagi masyarakat Lampung Barat, yang tercermin melalui Topeng Sekura dan tarian yang menyertainya. Tradisi ini mengandung nilai-nilai sosial dan budaya, seperti kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur, yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal. Meskipun tradisi ini masih dijaga hingga saat ini, globalisasi memberikan tantangan besar terhadap pelestariannya. Pengaruh budaya asing, terutama melalui media sosial dan teknologi, membuat generasi muda semakin jauh dari budaya tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya serius untuk memperkenalkan dan melibatkan generasi muda dalam melestarikan tradisi Sekura. Pendidikan tentang pentingnya budaya lokal, serta penyebaran informasi melalui berbagai saluran media, dapat membantu memperkenalkan dan menjaga tradisi ini. Pelestarian tradisi Sekura tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat.
PERAN HIPPUN DALAM MEMPERKUAT IKATAN SOSIAL MASYARAKAT DI DESA GIHAM SUKAMAJU, KABUPATEN LAMPUNG BARAT Eprida Yunara, Nadia; Andini, Sisca Dwi; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Sari, Mei Fatmila
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.289

Abstract

Hippun tradition is a traditional event carried out by the Lampung indigenous people, especially the West Lampung community who will carry out a wedding. The purpose of this study was to describe the role of hippun in strengthening social ties in the community of Pekon Giham Sukamaju, Sekincau District, West Lampung Regency. The results of this study found that there were a number of processes that were passed through during the hippun event and with one of the principles contained in hippun, namely sakai sambayan (mutual cooperation, helping each other) had an influence on social solidarity so that it could create a sense of empathy, sympathy and togetherness, as well as the involvement of all levels of society regardless of social class. The Hippun tradition has proven to be effective and can be used as a tool to strengthen the bonds of brotherhood and friendship between communities because they are united in one container and unite their minds so that they can achieve the same goal, there is mutual assistance between relatives, families and communities so that they create an attitude of upholding and working together in the nayuh traditional tradition so that the event can run smoothly. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran hippun dalam memperkuat ikatan sosial masyarakat di Desa Giham Sukamaju, kecamatan sekincau kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya sejumlah proses-poses yang di lalui pada saat acara hippun itu berlangsung dan dengan adanya salah satu pi’il yang terkandung didalam hippun yaitu sakai sambayan (gotong royong, tolong menolong) memiliki pengaruh terhadap solidaritas sosial sehingga, dapat terciptanya rasa empati, simpati dan rasa kebersamaan, serta keterlibatan semua lapisan masyarakat tanpa memandang kelas sosial. Tradisi Hippun terbukti efektif dan mampu dijadikan alat untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar masyarakat karena disatukan dalam satu wadah dan menyatukan pikiran sehingga bisa mencapai tujuan yang sama, adanya saling bantu membantu antar sesama kerabat, keluarga dan masyarakat agar menjadikan sikap menjunjung tinggi serta bekerja sama dalam tradisi adat nayuh sehingga acara tersebut bisa berjalan dengan lancar.
EKSISTENSI DAN PERAN ADAT DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU LAMPUNG SAI BATIN DI ERA MODERNISASI Bangsawan, Indra; Agustian, Muhammad Dhani; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Andriansyah
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi dan peran adat dalam kehidupan masyarakat Suku Lampung Sai Batin di tengah arus modernisasi. Masyarakat Suku Lampung Sai Batin memiliki tradisi adat yang kaya, yang mencakup sistem kekerabatan, struktur sosial, serta norma-norma kehidupan yang telah diwariskan turun temurun. Namun, di era globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai adat ini menghadapi berbagai tantangan yang mengancam kelestariannya. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana masyarakat Sai Batin beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas budaya mereka. Fokus utama dalam penelitian ini adalah peran adat dalam menjaga solidaritas sosial, mengatur kehidupan bermasyarakat, serta memediasi hubungan antara individu dengan komunitas dan alam sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modernisasi telah membawa pengaruh terhadap pola hidup masyarakat Sai Batin, nilai-nilai adat tetap memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan budaya. Adat menjadi landasan dalam penyelesaian masalah sosial, pengaturan kehidupan keluarga, dan menjaga keberlanjutan hubungan dengan alam. Namun, beberapa aspek adat, seperti upacara adat dan sistem kekerabatan, mulai mengalami perubahan seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial ekonomi. This research aims to examine the existence and role of customs in the life of the Lampung Sai Batin Tribe in the midst of modernization. The Lampung Sai Batin Tribe has a rich customary tradition, which includes a kinship system, social structure, and life norms that have been passed down from generation to generation. However, in the era of globalization and modernization, these traditional values face various challenges that threaten their sustainability. Through a qualitative approach, this research explores how the Sai Batin people adapt to the changing times without losing their cultural identity. The main focus in this study is the role of customary in maintaining social solidarity, regulating community life, and mediating the relationship between individuals and the community and the surrounding nature. The results of the study show that although modernization has brought an influence on the lifestyle of the Sai Batin people, traditional values still play an important role in maintaining social and cultural balance. Customs are the foundation for solving social problems, regulating family life, and maintaining a sustainable relationship with nature. However, some aspects of customs, such as traditional ceremonies and kinship systems, began to undergo changes along with technological developments and socio-economic changes.
DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA LAMPUNG DALAM KELUARGA DI KOTA BANDAR LAMPUNG: STUDI INTERGENERASIONAL Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin; Andriansyah; Meirita, Siska; Ardia, Yandri Rizki; Maulana, Feri
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.807

Abstract

Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan Bahasa Lampung dalam keluarga di Kota Bandar Lampung, khususnya dalam konteks pergeseran antar-generasi. Bahasa Lampung, sebagai simbol identitas budaya, menghadapi tantangan besar akibat dominasi Bahasa Indonesia dan bahasa asing yang dipicu oleh globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi. Menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa generasi muda cenderung lebih akrab dengan Bahasa Indonesia, sedangkan penggunaan Bahasa Lampung terbatas pada konteks tertentu, seperti acara adat atau komunikasi dengan generasi tua. Faktor-faktor seperti perubahan persepsi terhadap Bahasa Lampung, kebijakan pendidikan, dan pengaruh teknologi serta media turut mempercepat pergeseran ini. Untuk melestarikan Bahasa Lampung, diperlukan sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, dan komunitas budaya melalui pendidikan formal, pelatihan guru, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan peran keluarga. Upaya ini bertujuan menjaga eksistensi Bahasa Lampung sebagai warisan budaya yang harus diteruskan kepada generasi mendatang. This research examines the dynamics of Lampung language use in families in Bandar Lampung City, especially in the context of intergenerational shifts. Lampung language, as a symbol of cultural identity, faces major challenges due to the dominance of Indonesian and foreign languages ​​triggered by globalization, modernization and urbanization. Using qualitative methods with literature study, this research found that the younger generation tends to be more familiar with Indonesian, while the use of Lampung is limited to certain contexts, such as traditional events or communication with the older generation. Factors such as changing perceptions of the Lampung language, less supportive education policies, and the influence of technology and media have also accelerated this shift. To preserve the Lampung language, synergy is needed between families, educational institutions, government and cultural communities through formal education, teacher training, use of digital technology and strengthening the role of the family. This effort aims to maintain the existence of the Lampung language as a cultural heritage that must be passed on to future generations.
EKSPLORASI SENI GITAR TUNGGAL DI KELURAHAN KOMERING AGUNG Kurniawan, Aldo; Ronalta, Ratna Rahayu; Sari, Mei Fatmila; Al Farabi, Muhammad Ramdhan Fathin
Jurnal Punyimbang Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Punyimbang
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Lampung, FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/punyimbang.v5i2.808

Abstract

Seni gitar tunggal Lampung di Komering Agung adalah manifestasi seni yang kaya dan beragam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan identitas masyarakat di wilayah ini. Abstrak ini membawa kita dalam perjalanan melalui eksplorasi musik gitar tunggal, mengungkapkan akar sejarahnya, karakteristik uniknya, serta peran pentingnya dalam kehidupan sehari-hari dan perayaan budaya. Musik gitar tunggal ini merupakan ekspresi artistik yang mendalam dan beragam, mencerminkan kekayaan kreativitas dan keberlanjutan tradisi dalam masyarakat Komering Agung. Dengan menggali lebih dalam ke dalam seni gitar tunggal Lampung, kita dapat memahami bagaimana seni ini berfungsi sebagai penghubung antara dua masa yakni masa kini dan masa lalu, serta sebagai medium pendukung warisan budaya yang tak ternilai dalam masyarakat ini. Lampung solo guitar art in Komering Agung is a rich and varied artistic manifestation that is an inseparable part of the culture and identity of the people of this region. This abstract takes us on a journey through an exploration of solo guitar music, revealing its historical roots, unique characteristics, and important role in everyday life and cultural celebrations. This solo guitar music is a deep and varied artistic expression, reflecting the rich creativity and continuity of tradition in the Komering Agung community. By digging deeper into Lampung solo guitar art, we can understand how this art functions as a link between two eras, namely the present and the past, as well as a medium to support the invaluable cultural heritage of this society.