Perkembangan industri busana muslim keluarga di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan busana yang serasi, sopan, dan bernilai estetika tinggi. Namun, proses pembelajaran produksi busana di lingkungan pendidikan vokasional masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan teori dan praktik secara aplikatif. Kondisi ini menuntut adanya model pembelajaran yang mampu menjembatani antara kemampuan akademik dan kebutuhan industri kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran berbasis Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dalam produksi busana keluarga, khususnya pada desain family set busana muslim di Air Tawar Barat, Padang. Subjek Penelitian melibatkan 45 keluarga sebagai subjek pengguna dan mahasiswa program studi tata busana sebagai pelaksana produksi. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan pengguna dan ahli, serta angket penilaian kualitas produk. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai efektivitas model dan tingkat kepuasan pengguna terhadap hasil produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ADDIE mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam merancang dan memproduksi busana keluarga yang memenuhi kriteria kenyamanan, fungsi, dan estetika. Sebanyak 87% pengguna menyatakan puas terhadap desain dan kualitas produk yang dihasilkan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis R&D efektif diterapkan dalam pendidikan vokasional busana untuk mengintegrasikan teori, praktik, dan kebutuhan industri secara sinergis. Rekomendasi diarahkan pada penerapan berkelanjutan model ini dalam kurikulum serta pelatihan bagi pendidik busana di perguruan tinggi vokasi.
Copyrights © 2025