Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran variative-partisipatif berbasis blended learning dalam meningkatkan kepuasan, minat, dan partisipasi mahasiswa pada Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan, khususnya dalam konteks karakteristik belajar Generasi Z. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan mixed methods melalui triangulasi data. Data kuantitatif diperoleh melalui pra dan pos kuesioner, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa dan pakar pendidikan karakter. Model pembelajaran baru mengintegrasikan media digital Nearpod, aktivitas debat kelompok, dan video role-play dalam skema blended learning. Partisipan penelitian berjumlah 43 mahasiswa dari beberapa program studi di Universitas Ma Chung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran variative-partisipatif mampu meningkatkan variasi pembelajaran, menurunkan tingkat kebosanan, serta meningkatkan minat dan kepuasan mahasiswa. Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap blended learning mencapai 93%, dan kepuasan terhadap model pembelajaran baru sebesar 82,1%. Namun demikian, ditemukan penurunan motivasi aktif mahasiswa dalam tatap muka kelas, yang dipengaruhi oleh faktor teknis (koneksi internet) dan strategi komunikasi dosen. Penelitian ini menawarkan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan variasi aktivitas, partisipasi aktif, dan teknologi digital-visual dalam kerangka pendidikan karakter. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan pembelajaran MKU serta implikasi kebijakan institusional dalam merespons kebutuhan belajar Generasi Z di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026