Pendidikan Islam memegang peran krusial dalam membentuk spiritualitas dan intelektualitas umat, namun kurikulumnya senantiasa beradaptasi dengan dinamika zaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif transformasi kurikulum pendidikan Islam dari periode klasik, pertengahan, hingga modern, mengidentifikasi ciri khas, faktor pendorong, serta implikasinya terhadap kualitas pendidikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain historis-komparatif, data dikumpulkan melalui studi literatur komprehensif dari berbagai sumber akademik dan dianalisis menggunakan metode analisis konten. Temuan menunjukkan bahwa periode klasik (abad ke-7–13 M) dicirikan oleh integrasi holistik ilmu agama dan rasional, melahirkan cendekiawan multidisiplin dan memajukan peradaban. Sebaliknya, periode pertengahan (abad ke-14–18 M) beralih ke konservasi tradisi dan fokus pada ilmu agama, yang meskipun berhasil melestarikan warisan, menyebabkan stagnasi inovasi. Periode modern (abad ke-19 M–sekarang) ditandai oleh reformasi kurikulum dan integrasi ilmu umum sebagai respons terhadap kemajuan Barat dan tuntutan globalisasi, bertujuan menghasilkan generasi yang relevan namun menghadapi tantangan dalam menjaga identitas keislaman. Secara keseluruhan, transformasi ini merefleksikan perjuangan berkelanjutan menyeimbangkan tradisi dan modernitas, memberikan pemahaman mendalam untuk pengembangan kurikulum adaptif masa depan yang berakar pada nilai-nilai Islam fundamental.
Copyrights © 2026