Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia merupakan proses yang terus mengalami perubahan seiring dengan dinamika sosial, kebijakan pendidikan, dan tuntutan pembelajaran kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjalanan dan tantangan pengembangan kurikulum PAI di Indonesia melalui pendekatan historis-kritis berbasis studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan teknik analisis isi (content analysis) terhadap 32 dokumen yang terdiri atas dokumen kebijakan kurikulum, artikel jurnal ilmiah, dan buku akademik yang relevan. Data dianalisis melalui pengodean tematik untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan yang muncul secara berulang dalam literatur. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama, yaitu: (1) pergeseran orientasi tujuan kurikulum PAI dari penekanan kognitif menuju pembentukan karakter dan moderasi beragama; (2) transformasi pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered yang masih dominan pada tataran normatif; (3) perubahan peran guru PAI sebagai fasilitator nilai yang belum sepenuhnya didukung oleh kesiapan kompetensi dan sistem kelembagaan; serta (4) munculnya kesenjangan antara desain kurikulum dan praktik implementasi sebagai tantangan paling dominan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model sintesis empiris pengembangan kurikulum PAI yang menempatkan kesenjangan ideal–praktik sebagai isu sentral dalam reformasi kurikulum. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan menawarkan kerangka konseptual integratif dalam kajian kurikulum PAI dan secara praktis memberikan implikasi bagi pengembang kurikulum dan pembuat kebijakan agar reformasi kurikulum PAI dilakukan secara sistemik dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025