Tumbuhan telah lama digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Melinjo mengandung metabolit sekunder, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin, yang berpotensi menjadi agen bioaktif dalam aplikasi pengobatan tradisional, yang banyak dikaji untuk memastikan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak metanol pada daun melinjo (Gnetum gnemon Linn) yang berasal dari Desa Ulaweng Riaja Kabupaten Bone. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu maserasi, ekstraksi, fraksinasi, uji kemurnian, dan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristal yang diperoleh berbentuk jarum berwarna putih dengan titik leleh 130-132o C. Hasil uji warna pereaksi Lieberman-Buchard menunjukkan positif steroid dan spektrum spektroskopi daerah serapan IR yang tampak menunjukkan adanya beberapa gugus fungsi pada panjang gelombang (cm-1) yakni 1058 (C-O), 1375 (C-H bending), 1462 (C-H bending), 1649 (C=C), 2858 (C-H), 2933 (C-H), dan 3500 (-OH). Berdasarkan hasil identifikasi dan spektrum spektroskopi IR menunjukkan bahwa senyawa tersebut termasuk golongan steroid turunan β-sitosterol.
Copyrights © 2025