Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran guru dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional siswa melalui penerapan strategi pembelajaran, komitmen mengajar, dan praktik etis di lingkungan pendidikan formal. Kajian dilakukan dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap 296 artikel yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Proses seleksi mengikuti kriteria ketat berdasarkan relevansi terhadap tema, konteks pendidikan formal, dan keterlibatan guru. Hasil analisis menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam publikasi mengenai kesejahteraan siswa, terutama pada periode 2019–2024. Temuan tematik utama meliputi pentingnya perilaku kepedulian guru, penguatan hubungan interpersonal, komitmen profesional, serta integrasi nilai etika dalam pengajaran. Guru yang menerapkan pendekatan relasional dan responsif terhadap kebutuhan emosional siswa terbukti berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan mendukung. Selain itu, strategi pedagogis seperti trauma-informed practices dan pembelajaran berbasis empati dinilai efektif dalam mendukung ketahanan emosional siswa, khususnya dalam konteks rentan seperti wilayah terdampak bencana atau konflik. Faktor kontekstual seperti kebijakan pendidikan, norma budaya, dan praktik disiplin juga memengaruhi sejauh mana intervensi sosial-emosional dapat diimplementasikan secara efektif. Kajian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan siswa merupakan hasil sinergi antara kompetensi sosial-emosional guru, dukungan kelembagaan, serta pendekatan pembelajaran yang peka terhadap konteks. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pelatihan profesional guru yang terintegrasi dengan kecerdasan emosional dan etika pengajaran, serta pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan guna mendukung transformasi sistem pendidikan menuju kesejahteraan peserta didik secara holistik.
Copyrights © 2025