Salah satu penyakit penting pada tanaman cabai merah adalah penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian 10-80%. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan menemukan kosentrasi fungisida nabati berupa minyak atsiri serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut sebagai fungisida nabati dalam menghambat pertumbuhan fungi F. oxysporum. Dalam pelaksanaannya penelitian akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pengujian formula secara in vitro dan pengujian formula secara in vivo. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vitro dan Rancangan acak kelompok pola non faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vivo. Parameter yang diamati dalam penelitian tahap in vitro berupa persentase daya hambat fungi F. oxysporum. Parameter pengamatan pada tahap in vivo yaitu intesitas serangan penyakit, persentase kelayuan dan masa inkubasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil uji fitokimia dari minyak serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut yang mengandung kandungan sitronella, saponin, flavanoid, dan alkaloid yang berperan sebagai zat anti fungi. hasil uji in vitro didapatkan bahwa serai wangi 300 ppm mampu menekan persentase daya hambat cendawan F. oxysporum sebesar 82,67%. hasil penelitian tahap in vivo pada pengujian formulasi fungisida nabati didapatkan hasil bahwa pada kombinasi fungisida nabati ekstrak kulit jeruk purut 4 ml + minyak serai wangi 4ml mampu memperlama masa inkubasi serta menurunkan intensitas serangan penyakit layu Fusarium sebesar 22,67% dan persentase tigkat kelayuan 3,03% pada tanaman cabai.
Copyrights © 2025