Pratiwi, Hilda
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DI DAS PEUSANGAN BIREUEN : Land use Pratiwi, Hilda; Yusdiana, Yusdiana
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16 No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v16i1.1719

Abstract

The purpose of this study were to analyze and determine the magnitude of the effects of land use changes for run off coefficient and peak flows in Krueng Peusangan This study held in Krueng Peusangan, Bireuen. Land use changes in Krueng Peusangan on period 2015 - 2019 is of secondary forest decreased covers 1950 ha (2,41%), reduced mixed land farming 1241 (1,54%), ricefield 812 ha (1,00%) and the dry land agriculture 97 ha (0,12%), while the addition of comprehensive settlement of 2150 ha (2,66%), and shrubs thicket 1950 ha (2,41%) of the total area of Krueng Peusangan. Runoff coefficient value (C) increased from 0.19 in 2015 to 0.20 in 2019. Keyword: DAS, land use, runoff coefficient
Bioaktivitas minyak serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut sebagai fungisida nabati dalam mengendalikan Fusarium oxysporum pada tanaman cabai merah Pratiwi, Vinny; Harta, Rika Yusli; Pratiwi, Hilda; Ritaqwin, Zaitun
Agrium Vol. 22 No. 4: December 2025
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i4.25416

Abstract

Salah satu penyakit penting pada tanaman cabai merah adalah penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian 10-80%.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan menemukan kosentrasi fungisida nabati berupa minyak atsiri serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut sebagai fungisida nabati dalam menghambat pertumbuhan fungi F. oxysporum. Dalam pelaksanaannya penelitian akan dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap pengujian formula secara in vitro dan pengujian formula secara in vivo. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vitro dan Rancangan acak kelompok  pola non faktorial dengan 3 ulangan pada tahap in vivo. Parameter yang diamati dalam penelitian tahap in vitro berupa persentase daya hambat fungi F. oxysporum. Parameter pengamatan pada tahap in vivo yaitu intesitas serangan penyakit, persentase kelayuan dan masa inkubasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil uji fitokimia dari minyak serai wangi dan ekstrak kulit jeruk purut yang mengandung kandungan sitronella, saponin, flavanoid, dan alkaloid yang berperan sebagai zat anti fungi. hasil uji in vitro didapatkan bahwa serai wangi 300 ppm mampu menekan persentase daya hambat cendawan F. oxysporum sebesar 82,67%. hasil penelitian tahap in vivo pada pengujian formulasi fungisida nabati didapatkan hasil bahwa pada kombinasi fungisida nabati ekstrak kulit jeruk purut 4 ml + minyak serai wangi 4ml mampu memperlama masa inkubasi serta menurunkan intensitas serangan penyakit layu Fusarium sebesar 22,67% dan persentase tigkat  kelayuan 3,03% pada tanaman cabai.