Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar (SD) cenderung bersifat dogmatis dan hafalan, sehingga minim relevansi dengan pengalaman hidup siswa. Tujuan pengabdian ini adalah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi Model Belajar Bermain dan Kontekstual (MBBK) sebagai media penguatan Pancasila pada 60 siswa SD di SDN 01 Temas, Kelurahan Temas, Kota Batu. Metode pelaksanaan melibatkan tiga tahapan utama: analisis kebutuhan dan perencanaan, implementasi program selama empat minggu (termasuk focus group discussion dan sesi role-playing), serta evaluasi dampak menggunakan instrumen observasi perilaku dan tes pemahaman kontekstual (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman kontekstual nilai Pancasila sebesar 28,5% pasca-intervensi. Secara kualitatif, terjadi pergeseran positif pada perilaku gotong royong dan toleransi sederhana di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode aktif dan berbasis pengalaman sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai dasar negara pada anak usia SD. Diharapkan model MBBK dapat direplikasi dan diintegrasikan secara permanen dalam kurikulum muatan lokal sekolah.
Copyrights © 2026