Bencana banjir merupakan peristiwa yang tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik dan kerugian material, tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang signifikan bagi para korban. Pengalaman menghadapi situasi yang mengancam keselamatan, kehilangan tempat tinggal, serta ketidakpastian pascabencana sering kali memunculkan trauma psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran konseling individu dalam membantu proses pemulihan trauma pada korban bencana banjir di Jalan Bajak V Medan Amplas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga responden korban banjir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban mengalami berbagai gejala trauma, seperti kecemasan berlebihan, gangguan tidur, ketakutan berulang, dan munculnya ingatan traumatis. Konseling individu berperan penting dalam membantu korban mengekspresikan emosi, memahami kondisi psikologisnya, serta mengembangkan strategi pengendalian diri. Konseling yang dilakukan secara empatik dan berkelanjutan mampu meningkatkan rasa aman dan stabilitas emosional korban.
Copyrights © 2025