Pendidikan literasi pada anak usia dini memiliki peran strategis dalam membangun keterampilan berbahasa sebagai fondasi perkembangan kognitif, sosial, dan akademik anak. Namun, praktik literasi di banyak lembaga PAUD masih bersifat teknis dan terfragmentasi, sehingga belum sepenuhnya mendukung perkembangan bahasa anak secara fungsional dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses revitalisasi pendidikan literasi serta implikasinya terhadap keterampilan berbahasa anak di PAUD Wadas Kelir Purwokerto Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik literasi dalam konteks pembelajaran alamiah. Subjek penelitian meliputi guru, pengelola, dan anak usia 4–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan literasi melalui pengayaan cerita bergambar, permainan berbahasa, dialog terbuka, dan integrasi budaya lokal berkontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan berbahasa anak, khususnya pada aspek kosakata, struktur wacana lisan, dan kemampuan pragmatik dasar. Namun, peningkatan tersebut tidak berlangsung secara merata antar anak dan dipengaruhi oleh faktor kualitas interaksi guru, diferensiasi pembelajaran, serta keterlibatan keluarga. Temuan juga mengungkap adanya keterbatasan struktural, seperti penilaian yang masih berorientasi pada produk dan keterbatasan waktu literasi dalam kurikulum PAUD. Penelitian ini menegaskan bahwa literasi anak usia dini perlu dipahami sebagai praktik sosial dan pedagogis yang kontekstual, bukan sekadar aktivitas membaca-menulis awal. Dengan demikian, revitalisasi pendidikan literasi menuntut transformasi praktik pembelajaran, evaluasi, dan ekosistem pendukung secara berkelanjutan agar mampu mengembangkan keterampilan berbahasa anak secara utuh dan bermakna.
Copyrights © 2025