Tradisi Aggalara’ adalah bagian dari prosesi adat Pasunna’ yang berlangsung di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Seiring waktu, praktik dan maknanya mengalami banyak perubahan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tradisi Aggalara’ berkembang dari masa lalu hingga saat ini, dengan menyoroti dinamika perubahan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara, serta studi dokumentasi. Analisisnya menggunakan teori modernisasi dari Walt Rostow, yang berpendapat bahwa masyarakat bergerak melalui beberapa tahap dari masyarakat tradisional hingga masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan ada lima perubahan utama yang terjadi. Pertama, kepercayaan sakral menjadi tradisi kultural modern. Kedua, proses pewarisan tradisi yang sebelumnya dilakukan secara lisan mulai beralih ke digitalisasi, meskipun proses ini masih berlangsung secara terbatas. Ketiga, prosesi yang dulunya tertutup kini lebih terbuka dan dipublikasikan secara luas melalui media sosial, sehingga mampu menjangkau audiens di luar komunitas lokal. Keempat, Dari Praktik Tradisional ke Penguatan Akademik dan Kolaborasi Institusional. Kelima, suasana awal yang sakral berubah menjadi semi-hiburan, di mana acara yang dulunya bersifat tertutup kini terbuka dan berfungsi sebagai daya tarik kebudayaan.
Copyrights © 2025