Masalah kesehatan mental umumnya dialami remaja adalah cemas, depresi, perasaan takut, hiperaktifitas, konflik dengan teman sebaya. Apabila tidak segera teratasi maka berdampak tidak baik bagi kesehatan seperti mudah menangis atau marah, memberontak, merasa tidak bahagia, dan juga berdampak secara fisik misalnya gangguan tidur, lelah, mudah gelisah, tegang, perilaku bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling berjumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di SMA Negeri 2 Banguntapan. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionnaire (SDQ). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden jumlah rentang normal pada 5 kategori yaitu kemampuan prososial sejumlah 49 responden (68,1%), masalah emosional 51 responden (70,8%), masalah perilaku 38 responden (52,8%), masalah teman sebaya 34 responden (47,2%), dan hiperaktivitas 44 responden (61,1%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki skor gejala emosi pada kategori normal dari 5 variabel mulai dari variabel kemampuan prososial, masalah emosional, masalah perilaku, masalah teman sebaya dan hiperaktivitas. Data ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan upaya peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa remaja serta perlunya dilakukan deteksi dini kesehatan mental pada remaja di sekolah dengan menggunakan instrument Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ)
Copyrights © 2026