Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Peran Orang Tua dan Peraturan Sekolah dengan Perilaku Pencegahan Merokok pada Siswa SMP di Berbah Sleman Yogyakarta widiya, Dwi Widiyaningsih; Norra Hendarni Wijaya; Fadhilah Asyarifah
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mcx82d41

Abstract

WHO menyatakan bahwa, usia standar prevalensi merokok tembakau usia 15 tahun ke atas sebesar 39,5% artinya perokok dewasa ini tidak hanya orang dewasa melainkan sudah mengenai remajanya. Jumlah perokok laki-laki sebesar 76,1% dan jumlah perokok perempuan sebesar 2,8%. Setiap tahun, sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat rokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau. Sehingga Indonesia menjadi negara terbesar ketiga pengguna rokok di dunia. Perilaku merokok remaja dapat dibatasi dengan adanya dukungan orang tua dan peraturan yang ada di sekolah, dengan adanya peran orang tua yang turut serta memperingatkan anaknya untuk tidak merokok pada saat usia dini maka hal ini dapat mengurangi resiko merokok pada saat dewasa dan dengan adanya peraturan sekolah hal ini dapat mengendalikan pencegah perilaku merokok yang lebih berbahaya. Pencegahan perilaku merokok pada remaja tidak hanya dilakukan pada satu sisi saja, jadi ketika dua sisi antara di rumah dan di sekolah itu akan menjadi hal yang berkesinambungan sehingga tingkat pencegahan perilaku merokok pada remaja dapat diatasi. Peningkatan perilaku merokok pada remaja menurut Riskesdas 2018 sebesar 1,9% dari tahun 2013 (7,2%) ke tahun 2018 (9,1%) peningkatan sebesar kira-kira 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran orang tua dan peraturan sekolah dengan perilaku pencegahan merokok pada siswa di SMP Muhammadiyah 1 Berbah Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswa di SMP Muhammadiyah 1 Berbah Sleman Yogyakarta berjumlah 220. Teknik pengambilan sampel menggunakan propability sampling yaitu 69 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Terdapat hubungan yang bermakna (signifikan) antara peran orang tua dengan perilaku pencegahan merokok yaitu nilai p = 0,013 < a = 0,05 dan terdapat hubungan antara peraturan sekolah dengan perilaku pencegahan merokok yaitu nilai p = 0,000 < a = 0,05.
Gambaran Kesehatan Mental Remaja di SMA Negeri 2 Banguntapan: Kesehatan Mental Remaja Norra Hendarni Wijaya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12794

Abstract

Masalah kesehatan mental umumnya dialami remaja adalah cemas, depresi, perasaan takut, hiperaktifitas, konflik dengan teman sebaya. Apabila tidak segera teratasi maka berdampak tidak baik bagi kesehatan seperti mudah menangis atau marah, memberontak, merasa tidak bahagia, dan juga berdampak secara fisik misalnya gangguan tidur, lelah, mudah gelisah, tegang, perilaku bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling berjumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di SMA Negeri 2 Banguntapan. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionnaire (SDQ). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden jumlah rentang normal pada 5 kategori yaitu kemampuan prososial sejumlah 49 responden (68,1%), masalah emosional 51 responden (70,8%), masalah perilaku 38 responden (52,8%), masalah teman sebaya 34 responden (47,2%), dan hiperaktivitas 44 responden (61,1%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki skor gejala emosi pada kategori normal dari 5 variabel mulai dari variabel kemampuan prososial, masalah emosional, masalah perilaku, masalah teman sebaya dan hiperaktivitas. Data ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan upaya peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa remaja serta perlunya dilakukan deteksi dini kesehatan mental pada remaja di sekolah dengan menggunakan instrument Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ)
Pendidikan Mental Health Upaya Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja di SMA Negeri 2 Banguntapan Hodiri Adi Putra; Norra Hendarni Wijaya
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 1 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v1i2.281

Abstract

Mental health in adolescents is no longer a taboo issue, especially among teenagers, as this period is a unique transition period where individuals experience physical and psychological changes from childhood to adulthood. Healthcare services for adolescents must be addressed in two aspects: treating them as children with inherent rights, including guardianship provisions, and treating them as individuals approaching adulthood with several accompanying rights. Healthcare services for adolescents are complex and involve many health and non-health professionals. Incorrect or inappropriate treatment can have unpleasant consequences and even be detrimental to adolescent health. The purpose of this activity is to increase students' knowledge and understanding and raise awareness of the importance of maintaining mental health. This activity method involves socializing mental health with students. The results of the activity indicate an increase in students' knowledge and understanding of mental health. It is recommended that further activities be provided to foster full awareness and habits in maintaining mental health among adolescents.
Gambaran Kesehatan Mental Remaja di SMA Negeri 2 Banguntapan: Kesehatan Mental Remaja Norra Hendarni Wijaya
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12794

Abstract

Masalah kesehatan mental umumnya dialami remaja adalah cemas, depresi, perasaan takut, hiperaktifitas, konflik dengan teman sebaya. Apabila tidak segera teratasi maka berdampak tidak baik bagi kesehatan seperti mudah menangis atau marah, memberontak, merasa tidak bahagia, dan juga berdampak secara fisik misalnya gangguan tidur, lelah, mudah gelisah, tegang, perilaku bullying. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kesehatan mental remaja. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling berjumlah 72 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2025 di SMA Negeri 2 Banguntapan. Instrumen yang digunakan adalah strength and difficulties questionnaire (SDQ). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden jumlah rentang normal pada 5 kategori yaitu kemampuan prososial sejumlah 49 responden (68,1%), masalah emosional 51 responden (70,8%), masalah perilaku 38 responden (52,8%), masalah teman sebaya 34 responden (47,2%), dan hiperaktivitas 44 responden (61,1%). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki skor gejala emosi pada kategori normal dari 5 variabel mulai dari variabel kemampuan prososial, masalah emosional, masalah perilaku, masalah teman sebaya dan hiperaktivitas. Data ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan upaya peningkatan dan pencegahan masalah kesehatan jiwa remaja serta perlunya dilakukan deteksi dini kesehatan mental pada remaja di sekolah dengan menggunakan instrument Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ)