Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengalaman patah hati berhubungan dengan tingkat depresi di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kota Magelang. Generasi Z cenderung rentan terhadap depresi akibat tekanan emosional dari hubungan sosial yang kompleks. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 100 orang partisipan Generasi Z yang telah mengalami patah hati, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) untuk mengukur tingkat depresi dan Skala Perasaan Putus Cinta yang berdasarkan teori Lavie (2004). Proses analisis data dilakukan melalui uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 16. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,893, yang menunjukkan bahwa konsistensi internalnya sangat tinggi. Distribusi data adalah normal (Asymp. Sig = 0,669 > 0,05) dan hubungan antara variabel adalah linear (Sig. Deviation from Linearity = 0,150 > 0,05). Analisis menunjukkan nilai korelasi (R) sebesar 0,674 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara pengalaman patah hati dan depresi. Nilai determinasi (R²) sebesar 0,454 menunjukkan bahwa 45,4% variasi dalam tingkat depresi dipengaruhi oleh pengalaman putus cinta. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan sosial dan intervensi psikologis bagi mereka yang mengalami patah hati.
Copyrights © 2025