Klinik kecantikan memerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang optimal untuk menjaga kualitas layanan. Pelatihan dan pemberian insentif menjadi strategi penting dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan. Namun, di JPP Skin Laser Clinic Jakarta ditemukan sebagian karyawan belum menguasai prosedur terbaru dan merasa kurang termotivasi akibat sistem insentif yang belum maksimal. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksploratori sekuensial (sequential exploratory design). Tahap pertama adalah kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 5 partisipan yang dipilih secara purposive, bertujuan menggali pengalaman dan persepsi terkait pelatihan serta insentif. Temuan tahap kualitatif digunakan untuk menyusun instrumen kuantitatif berupa kuesioner yang kemudian diberikan kepada seluruh karyawan tetap (total sampling, n = 45). Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi melalui SPSS. Pelatihan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi karyawan (Y), terutama dalam peningkatan keterampilan pelayanan. Insentif (X2) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi karyawan, khususnya dalam memotivasi karyawan dengan beban kerja tinggi. Uji simultan menunjukkan pelatihan dan insentif secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Hasil penelitian mendukung teori bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan rutin dan pemberian insentif yang adil dapat meningkatkan kinerja. Pihak manajemen perlu memastikan materi pelatihan sesuai perkembangan teknologi estetika serta meninjau transparansi dan kesesuaian sistem insentif dengan kontribusi karyawan.
Copyrights © 2026