Penelitian ini menyelidiki bagaimana usia CEO mempengaruhi pemilihan antara kebijakan manajemen modal kerja konservatif dan agresif di perusahaan. Pengelolaan modal kerja yang efisien sangat penting untuk mempertahankan likuiditas dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Usia CEO, sebagai faktor demografis, dapat memengaruhi pengambilan keputusan keuangan, termasuk strategi modal kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh usia CEO terhadap adopsi kebijakan modal kerja konservatif atau agresif, menilai hubungan antara usia CEO dan kinerja perusahaan, serta memeriksa perbedaan praktik manajemen modal kerja di perusahaan yang dipimpin oleh CEO dengan usia yang berbeda. Desain penelitian kuantitatif digunakan, dengan menganalisis data dari 200 perusahaan, yang mencakup total 200 observasi. Data keuangan dan informasi demografis CEO diperoleh dari laporan yang tersedia secara publik. Uji statistik, termasuk uji univariat, uji T, diterapkan untuk mendeteksi variasi signifikan dalam praktik manajemen modal kerja di antara kelompok usia CEO yang berbeda. Temuan menunjukkan bahwa usia CEO tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi kebijakan modal kerja konservatif, sementara Temuan menunjukkan bahwa usia CEO tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi kebijakan modal kerja konservatif maupun agresif, meskipun pengaruhnya bergantung pada konteks. Penelitian ini berkontribusi pada literatur pengambilan keputusan eksekutif dengan memberikan bukti empiris mengenai bagaimana usia CEO mempengaruhi manajemen modal kerja. Penelitian ini juga memberikan wawasan praktis bagi perusahaan dalam memasukkan karakteristik CEO ke dalam strategi keuangan dan pembuatan kebijakan.
Copyrights © 2026