Learning discipline is a crucial element in achieving optimal educational outcomes. However, the reality at SDN 4 Bonepantai shows low discipline among fifth-grade students in Civics (PKn) due to the dominance of monotonous learning methods. This study focuses on efforts to improve student learning discipline through the implementation of the Time Token Cooperative Learning model, designed to train speech management and responsibility. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 15 students and was conducted in two cycles encompassing planning, action, observation, and reflection. The results of quantitative data analysis showed significant, gradual improvement; in the first meeting of cycle I, the student discipline level reached only 27% (4 students) and increased to 40% (6 students) in the second meeting. The positive trend continued in cycle II, where the first meeting recorded a figure of 67% (10 students) and achieved the success target in the second meeting, with 80% (12 students) meeting the discipline indicators. The main conclusion of this study confirms that the implementation of the Time Token model has proven effective in building learning discipline, regulating active participation, and increasing student compliance with rules in Civics learning. ABSTRAK Disiplin belajar merupakan elemen krusial dalam pencapaian hasil pendidikan yang optimal, namun realitas di SDN 4 Bonepantai menunjukkan rendahnya kedisiplinan siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) akibat dominasi metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan disiplin belajar siswa melalui implementasi model Cooperative Learning tipe Time Token yang dirancang untuk melatih manajemen bicara dan tanggung jawab. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 15 siswa dan dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I pertemuan pertama, tingkat kedisiplinan siswa hanya mencapai 27% (4 siswa) dan meningkat menjadi 40% (6 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut pada siklus II, di mana pertemuan pertama mencatat angka 67% (10 siswa) dan mencapai target keberhasilan pada pertemuan kedua dengan 80% (12 siswa) siswa telah memenuhi indikator kedisiplinan. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model Time Token terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan belajar, mengatur partisipasi aktif, serta meningkatkan kepatuhan siswa terhadap aturan dalam pembelajaran PKn.
Copyrights © 2025