Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna struktur kalimat dalam novel Manuk Prenjak Mabur ing Pengging (MPMP) karya Endang Wiryanti melalui pendekatan sintaksis dan semantik. Novel berbahasa Jawa ini menampilkan kekhasan struktur sintaksis yang merefleksikan nilai budaya, tradisi tutur, serta pandangan hidup masyarakat Pengging. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik baca dan catat. Data berupa kalimat, frasa, dan klausa dalam narasi maupun dialog dianalisis melalui tiga tahap: klasifikasi bentuk sintaksis, analisis fungsi dan peran struktur kalimat dalam narasi, serta interpretasi makna berdasarkan konteks budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel MPMP memanfaatkan pola sintaksis beragam, meliputi kalimat sederhana, kalimat majemuk, elipsis, inversi, penggunaan partikel khas bahasa Jawa, serta pola repetisi yang kuat. Struktur sintaksis tersebut tidak hanya berfungsi menyampaikan pesan naratif, tetapi juga menjadi sarana estetik yang memperkuat karakterisasi tokoh, suasana batin, serta nilai moral dan kearifan lokal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami keterkaitan antara struktur sintaksis, makna naratif, dan konteks budaya dalam karya sastra berbahasa Jawa, serta memperkaya kajian linguistik dan stilistika dalam ranah sastra daerah. This study aims to describe the forms, functions, and meanings of sentence structures found in Endang Wiryanti’s Javanese novel Manuk Prenjak Mabur ing Pengging (MPMP) through syntactic and semantic approaches. The novel exhibits distinctive syntactic patterns that reflect cultural values, speech traditions, and the worldview of the Pengging community. Employing a qualitative-descriptive method, the data were collected through reading and note-taking techniques. Sentences, phrases, and clauses from both narration and dialogue were analyzed through three stages: (1) classification of syntactic forms, (2) analysis of the functions and narrative roles of the structures, and (3) interpretation of meaning within the cultural context of Javanese society. The findings reveal that MPMP employs a wide range of syntactic patterns, including simple sentences, complex sentences, ellipsis, inversion, the use of Javanese particles, and stylistic repetition. These syntactic patterns not only convey narrative messages but also function aesthetically to strengthen character depiction, emotional atmosphere, and moral as well as cultural values embedded in the text. Therefore, this research contributes to a deeper understanding of the relationships between syntactic structures, narrative meaning, and cultural context in Javanese literary works, enriching linguistic and stylistic studies within regional literature.
Copyrights © 2025