Kajian terhadap pendidikan Islam di Nusantara menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam interaksi antara ajaran Islam dengan konteks lokal. Melalui pendekatan sejarah, artikel ini menelusuri evolusi pendidikan Islam sejak abad ke-13 hingga era kontemporer dengan menekankan peran institusi tradisional seperti pesantren, serta transformasi kurikulum dan nilai-nilai lokal yang terinternalisasi dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis dengan penelusuran sumber primer dan sekunder, termasuk manuskrip, arsip, dan literatur historiografi Islam Nusantara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wahana transmisi ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan identitas budaya lokal yang khas. Temuan utama mengungkapkan adanya kontinuitas nilai-nilai tradisional dalam pendidikan Islam meskipun mengalami berbagai gelombang modernisasi. Artikel ini berkontribusi pada pengayaan khazanah keilmuan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa pendidikan Islam Nusantara memiliki karakter historis yang unik, bersifat akomodatif terhadap budaya lokal, dan mampu merespons perubahan zaman secara adaptif.
Copyrights © 2025