Proses aging atau penuaan yang dialami oleh lansia beresiko menyebabkan sindrom geriatri, sindrom geriatri sendiri dapat menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan dan kognitif. Sehingga, hal tersebut tentunya perlu pendampingan dari caregiver. Keluarga dapat dikatakan caregiver yang memiliki peran penting dalam proses perawatan lansia yang ada di rumah. Beban fisik maupun psikologis dapat terjadi pada caregiver dalam merawat lansia. Disamping itu, tekanan emosional juga beresiko menyebabkan stres, sehingga mempengaruhi caregiver dalam proses perawatan lansia di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui beban caregiver dan tingkat stres pada caregiver, serta hubungan diantara keduanya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional study pada 76 family caregiver di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya, yang menggunakan kuesioner The Zarith Burden Interview untuk mengukur beban caregiver dan kuesioner Perceived stres scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres caregiver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata caregiver mengalami beban ringan, sedangkan untuk rata-rata tingkat stres dalam kategori stres sedang. Hubungan antar beban caregiver dan tingkat stres diuji menggunakan uji korelasi rank spearman dan didapatkan hasil p= 0.043, r= -0.232, dan dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban caregiver dan tingkat stres caregiver dalam merawat lansia dengan sindrom geriatri di rumah. Beban yang dirasakan oleh caregiver dapat menyebabkan perubahan tingkat stres pada caregiver.
Copyrights © 2025