Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformative Leadership of Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in Developing Modernization of Islamic Education at Nahdlatul Wathan Pancor Islamic Boarding School East Lombok, West Nusa Tenggara Moh. Hifzul Muiz; Priatna , Tedi; Erihadiana, Mohamad; Hidayat , Asep Achmad
IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Vol. 5 No. 2 (2024): September
Publisher : Master of Islamic Studies Masters Program in the Postgraduate Institute of Islamic Studies Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/ijgie.v5i2.3169

Abstract

The background of this study is that in the current era of globalization, there are Islamic boarding schools that have not been able to adapt to the development of the times, resulting in the Islamic boarding school not being able to develop the modernization of Islamic education and not being able to develop in a better direction. However, there are also Islamic boarding schools that are able to adapt to all forms of development that occur, such as the Nahdlatul Wathan Pancor Islamic boarding school in East Lombok, West Nusa Tenggara. The Islamic boarding school was founded during the colonial era by a charismatic kiai, a national hero, namely Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. The Islamic boarding school has grown rapidly and still exists today. This is due to the transformative leadership model of its kiai as a top leader. The transformative leadership of the kiai himself has provided a lot of inspiration for the progress of Islamic educational institutions, because in his leadership he has his own uniqueness and characteristics. This study aims to find out how the transformative leadership model of the founder of the Nahdlatul Wathan Pancor Islamic boarding school in East Lombok, West Nusa Tenggara, develops the modernization of Islamic education, the implementation of his leadership and the results of his leadership. The method used in this study is descriptive-analytical with a phenomenological approach. Meanwhile, in drawing conclusions, this study applies an inductive method, namely using general data, then making specific conclusions. The results of this study found that in the era of Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid's leadership, many transformations and modernizations have been carried out, such as organizing Islamic religious education and teaching with a madrasa system in addition to maintaining the sorogan system, opening public schools in addition to madrasas in the West Nusa Tenggara region, integrating religious knowledge and general knowledge, implementing multicultural education in West Nusa Tenggara, initiating and driving higher education, and implementing multicultural education.
KIPRAH H.MA’SOEM: FONDASI NILAI CAGEUR, BAGEUR, PINTER DALAM PERINTISAN AMIK DI JATINANGOR (1986-2001) Habibah, Alma Nada; Hidayat , Asep Achmad; Isana, Widiati
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i2.293

Abstract

Penelitian ini menelaah kiprah H. Ma’soem dalam perintisan pendidikan tinggi di Jatinangor melalui pendirian Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem (1986) dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Al-Ma’soem hingga 2001. Penelitian lain mengenai tokoh pendidikan di Sumedang umumnya berfokus pada aspek kelembagaan atau sosial-keagamaan; oleh karena itu, kajian ini menekankan peran H. Ma’soem dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H. Ma’soem berperan sebagai penggagas, pembina, dan penentu arah pendirian AMIK Al-Ma’soem. Ia secara konsisten menanamkan nilai Cageur (ketangguhan fisik dan mental), Bageur (akhlak dan integritas), dan Pinter (kecakapan intelektual) sebagai dasar pembentukan karakter dan kebijakan pendidikan di lingkungan AMIK. Nilai-nilai tersebut membentuk budaya akademik awal lembaga dan menjadi fondasi berkelanjutan bagi pengembangan pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al-Ma’soem. Meskipun H. Ma’soem wafat pada 2001, warisan nilai yang dibangun tetap dipertahankan dan terus memengaruhi arah pendidikan Al-Ma’soem hingga Saat ini . Temuan ini menegaskan bahwa kontribusi utama H. Ma’soem bukan hanya pada inisiasi pendirian lembaga, tetapi terutama pada pewarisan nilai-nilai dasar yang membentuk karakter serta orientasi pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal di Jatinangor.