Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan ekonomi lokal terhadap komoditas cabai merah serta masih terbatasnya nilai tambah yang dihasilkan akibat dominannya pemasaran produk dalam bentuk segar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pengelolaan pertanian cabai merah dalam mendukung pengembangan hilirisasi produk dan meningkatkan perekonomian wilayah secara berkelanjutan di Kabupaten Batu Bara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM–PLS) untuk menguji pengaruh pengelolaan pertanian terhadap hilirisasi produk dan perekonomian wilayah berkelanjutan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengelolaan pertanian cabai merah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan hilirisasi produk (β = 0,52) dan perekonomian wilayah berkelanjutan (β = 0,47). Selain itu, hilirisasi produk juga berpengaruh signifikan terhadap perekonomian wilayah (β = 0,44) serta terbukti berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pengelolaan pertanian dan perekonomian wilayah (β = 0,23). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan budidaya yang baik, apabila diintegrasikan dengan penguatan hilirisasi, mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi dan memperkuat perekonomian wilayah secara berkelanjutan, khususnya pada daerah sentra produksi cabai merah di Kabupaten Batu Bara.
Copyrights © 2025