Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami peran strategis guru dalam memfasilitasi dan mendorong perkembangan kognitif anak ditengah masifnya penggunaan teknologi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan survei kualitatif terhadap guru taman kanak kanak (TK) di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% guru telah mengintegrasikan perangkat digital seperti tablet dan aplikasi eduktif dalam proses belajar mengajar, namun integrasi tersebut masih didominasi oleh penggunaan sebagai alat bantu visual, bukan alat interaksi kognitif. Ditemukan pula bahwa kurangnya pelatihan spesifik mengenai literasi digital dan desain pembelajaran berbasis kognitif merupakan hambatan utama. Integrasi digital yang tepat menjadi krusial karena teknologi, jika tidak dikelola dengan baik, berpotensi menghambat pengembangan keterampilan berfikir kritis dan pemecahan masalah (aspek kognitif Tingkat tinggi) pada anak. Kesimpuannya, guru harus bertransformasi dari sekadar penyedia konten menjadi fasiliator dan perancang pengalaman belajar digital yang berfokus pada stimulasi kognitif aktif. Perlunya modul pelatihan yang berkesinambungan bagi guru untuk memaksimalkan potensi perkembangan kognitif anak di era teknologi.
Copyrights © 2026