Pengelolaan dampak lingkungan pada industri kelapa sawit di Indonesia telah menjadi topik diskursus publik yang signifikan. Di satu sisi, industri ini memainkan peran penting bagi perekonomian nasional melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan, serta Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Namun, di sisi lain, industri ini kerap dikaitkan dengan degradasi lingkungan. Media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan menetapkan agenda kebijakan melalui framing isu. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing isu lingkungan terkait industri kelapa sawit di berbagai tingkat media (internasional, nasional, lokal, dan media LSM). Penelitian menggunakan metode analisis konten terhadap 470 artikel berita yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2014–2023, dengan pendekatan Media Coverage Review dan sistem kategorisasi berbasis tema isu dan atribusi penyebab. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam penyebab dan penekanan isu antar jenis media. Media internasional dan LSM cenderung mengaitkan industri kelapa sawit dengan deforestasi, sementara media nasional lebih menyoroti kontribusi sektor lain terhadap degradasi lingkungan. Diskrepansi ini mencerminkan ketimpangan informasi yang dapat memengaruhi proses perumusan kebijakan berbasis bukti. Temuan ini menekankan pentingnya harmonisasi informasi media untuk mendukung pengambilan kebijakan yang adil dan berkelanjutan di sektor kelapa sawit.
Copyrights © 2025