Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi komunikasi yang digunakan pemuda dalam penyelesaian konflik organisasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman terhadap dinamika komunikasi, kemampuan pengelolaan emosi, serta konteks sosial-budaya yang membentuk cara pemuda merespons konflik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen organisasi, termasuk notulen rapat dan percakapan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda menerapkan strategi komunikasi yang adaptif, mencakup komunikasi asertif, pemanfaatan media digital, dialog tatap muka, dan pendekatan kolaboratif. Strategi ini digunakan secara situasional sesuai tingkat ketegangan konflik dan hubungan antaraktor yang terlibat. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam memoderasi efektivitas strategi komunikasi, di mana pemuda dengan kemampuan regulasi emosi yang baik lebih mampu menciptakan suasana dialog yang konstruktif. Selain itu, budaya organisasi, pengalaman berorganisasi, dan suasana kerja internal turut memengaruhi pola komunikasi yang berkembang. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan literatur komunikasi organisasi yang berfokus pada generasi muda. Secara praktis, temuan ini dapat dimanfaatkan untuk merancang program peningkatan kompetensi komunikasi, pelatihan manajemen konflik, serta pengembangan mekanisme mediasi yang inklusif dalam organisasi kepemudaan. Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai integrasi komunikasi digital dan tatap muka dalam manajemen konflik pemuda
Copyrights © 2025