Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Implementation of a Simple Hydroponic System to Enhance Food Security in the Al-Mawaddah Warrahmah Kolaka Islamic High School Environment Edi Usman; Pardawati; Irmayanti; Aulia Lukman; Jumasrah; Sumarni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 3 No. 3 (2024): June 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v3i4.10823

Abstract

A community service activity involving the socialization and implementation of a simple hydroponic system was conducted at Madrasah Aliyah Al Mawaddah Warrahmah Kolaka. The aim of this activity was to enhance understanding of hydroponic technology and food security among the madrasah community, and to implement a simple hydroponic system within the madrasah environment. The methods employed included initial coordination, general socialization, specialized workshops, demonstrations, hands-on practice in building hydroponic systems, and evaluation.. Final evaluation indicated that 95% of participants were satisfied with the activity's implementation, and 85% planned to apply hydroponics at home. This activity successfully laid a strong foundation for developing a hydroponic program in the madrasah, which has the potential to improve food security and educational quality. In conclusion, the socialization and implementation of this simple hydroponic system achieved its objectives successfully, delivering positive impacts for Madrasah Aliyah Al Mawaddah Warrahmah Kolaka and potentially serving as a model for replication in other educational institutions.
Pemanfaatan Aplikasi PLN Mobile Sebagai Media Komunikasi Digital untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Pelanggan Studi Kasus Di PLN ULP Kolaka Febyola Febyola; Edi Usman; Muh. Ilham Ramadhan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pelanggan PT PLN (Persero) berhak menerima pelayanan yang berkualitas, sementara PT PLN (Persero) bertanggung jawab atas keandalan pasokan listrik kepada pelanggannya. Upaya untuk menjaga dan meningkatkan keandalan pasokan listrik merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan prima demi meningkatkan kepuasan pelanggan. Penggunaan komunikasi digital dapat mempercepat pertukaran informasi antara petugas layanan gangguan dan pelanggan, yang berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan. Salah satu fenomena yang muncul dalam komunikasi digital terkait pelayanan pelanggan adalah penggunaan aplikasi yang dapat diakses melalui smartphone oleh pelanggan dan petugas layanan gangguan. Dengan demikian, pelayanan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja, asalkan terhubung dengan jaringan internet.
STRATEGI PENGEMBANGAN KEPITING SOKA (SOFT SHELL CRAB) DI KABUPATEN KOLAKA Edi Usman; Irmayanti; Abustan Nur; Ristiyanti Ahmadul Marunta; Khusnul Khatimah; Pardawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepiting soka (soft shell crab) atau nama latinnya Scylla serrata merupakan kepiting bakau yang dikonsumsi dalam keadaan lunak karena dalam keadaan pergantian kulit (moulting). Komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena berbeda dengan kepiting biasa yaitu seluruh bagian tubuhnya dapat dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pengembangan kepiting soka (Soft Shell Crab) di di kabupaten Kolaka. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui lingkungan perusahaan seperti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi perusahaan dan matriks SWOT. Analisis kuantitatif digunakan untuk pada matriks IFAS, matriks EFAS, matriks IE, dan matriks SWOT. Data kuantitatif tersebut diolah dengan menggunakan Microsoft Excel 2010. Berdasarkan hasil penelitian dari sisi internal, kekuatan Usaha Pengembangan Kepiting Soka di kolaka lebih besar dibanding kelemahannya, sementara dari sisi eksternal peluang lebih besar dibanding ancaman, sehingga strategi yang sesuai adalah strategi S-O, yaitu menggunaan strategi yang memanfaatkan peluang yang ada dengan mendayagunakan kekuatan yang dimiliki. Hasil dari perhitungan Internal Analysis Factor Summary (IFAS) dan Eksternal Analysis Factor Summary (EFAS), usaha pengembangan kepiting soka di kolaka berada di kuadran IV yaitu posisi tumbuh dan membangun (grow and built). Strategi yang bisa diterapkan antara lain strategi yang intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal) bisa menjadi pilihan yang paling tepat. Strategi yang paling tepat untuk kondisi usaha saat ini adalah strategi intensif yang meliputi penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk.
Persepsi Pemuda Terhadap Organisasi Kepemudaan Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Bergabung (Studi Kasus Kab. Kolaka) Syahrul Andi; Nurasi Surkiyah; Safira Safira; Edi Usman; Askahar Askahar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam persepsi pemuda terhadap organisasi kepemudaan serta implikasinya terhadap minat mereka untuk bergabung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis guna mengungkap makna yang dibangun pemuda terkait keberadaan, relevansi, dan fungsi organisasi kepemudaan dalam konteks sosialnya. Informan dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling dengan kriteria pemuda berusia 18–40 tahun, pernah atau belum pernah terlibat dalam organisasi kepemudaan, serta bersedia memberikan informasi secara reflektif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara sistematis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemuda dibentuk oleh beberapa faktor utama, yaitu relevansi program, kualitas kepemimpinan, pengalaman interaksi, citra organisasi, lingkungan sosial, dan tingkat transparansi organisasi. Persepsi positif muncul ketika organisasi mampu menyediakan program yang adaptif dan inovatif, menerapkan kepemimpinan yang inklusif, serta menciptakan ruang partisipasi yang setara, sedangkan persepsi negatif terbentuk ketika program dinilai stagnan, kepemimpinan bersifat hierarkis, dan komunikasi organisasi kurang transparan. Persepsi tersebut berpengaruh secara langsung terhadap minat pemuda untuk bergabung, di mana keterlibatan hanya terjadi apabila pemuda melihat adanya manfaat nyata, kesesuaian dengan kebutuhan, dan konsistensi nilai organisasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembenahan desain program, peningkatan kualitas kepemimpinan, serta penguatan strategi komunikasi digital agar organisasi kepemudaan lebih relevan dan menarik bagi generasi muda
Tantangan Dan Peluang Peternak Dalam Mengimplementasikan Limbah Pertanian Sebgai Suplemen Makanan Sapi Bali Farhan Syamsufalah; Edi Usman; Pardawati Pardawati; Askari Zakariah; Haeruddin Haeruddin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami padi, dedak padi, tongkol jagung, dan ampas tahu memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alternatif strategis bagi ternak ruminansia, khususnya sapi Bali, karena ketersediaannya yang melimpah dan biaya yang relatif murah, menjadikannya solusi vital untuk mengatasi defisit hijauan pada musim kemarau. Meskipun demikian, tantangan utama terletak pada kualitas nutrisi limbah yang rendah, ditandai oleh tingginya kandungan serat kasar dan struktur lignoselulosa yang kompleks, yang mengakibatkan daya cerna rendah dan membatasi asupan energi serta protein ternak. Selain itu, hambatan sosial ekonomi seperti keterbatasan pengetahuan teknis mengenai teknologi pengolahan pakan (fermentasi dan amoniasi), modal, dan infrastruktur peternak tradisional juga memengaruhi tingkat adopsi. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan, diperlukan intervensi teknologi seperti fermentasi berbasis mikroorganisme dan amoniasi urea yang terbukti mampu memecah ikatan lignoselulosa, meningkatkan kecernaan, dan mutu nutrisi. Suplementasi dengan bahan sumber energi (molase) dan protein (dedak padi, ampas tahu) juga krusial untuk meningkatkan sintesis protein mikroba rumen dan performa pertambahan bobot badan ternak. Dengan demikian, integrasi inovasi teknologi pengolahan pakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan dukungan kebijakan akan menjamin keberlanjutan pemanfaatan limbah pertanian sebagai strategi efisien untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas sapi Bali dalam sistem peternakan rakyat
Keterampilan Komunikasi Pemuda Dalam Membangun Kolaborasi Di Lingkungan Organisasi Marni Marni; Edi Usman; Flora Aulia; Askahar Askahar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi komunikasi yang digunakan pemuda dalam penyelesaian konflik organisasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Fokus penelitian diarahkan pada pemahaman terhadap dinamika komunikasi, kemampuan pengelolaan emosi, serta konteks sosial-budaya yang membentuk cara pemuda merespons konflik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen organisasi, termasuk notulen rapat dan percakapan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda menerapkan strategi komunikasi yang adaptif, mencakup komunikasi asertif, pemanfaatan media digital, dialog tatap muka, dan pendekatan kolaboratif. Strategi ini digunakan secara situasional sesuai tingkat ketegangan konflik dan hubungan antaraktor yang terlibat. Temuan penelitian juga mengungkap bahwa kecerdasan emosional berperan penting dalam memoderasi efektivitas strategi komunikasi, di mana pemuda dengan kemampuan regulasi emosi yang baik lebih mampu menciptakan suasana dialog yang konstruktif. Selain itu, budaya organisasi, pengalaman berorganisasi, dan suasana kerja internal turut memengaruhi pola komunikasi yang berkembang. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan literatur komunikasi organisasi yang berfokus pada generasi muda. Secara praktis, temuan ini dapat dimanfaatkan untuk merancang program peningkatan kompetensi komunikasi, pelatihan manajemen konflik, serta pengembangan mekanisme mediasi yang inklusif dalam organisasi kepemudaan. Penelitian ini juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai integrasi komunikasi digital dan tatap muka dalam manajemen konflik pemuda
Peran Kegiatan Kepramukaan Dalam Pengembangan Keterampilan Peserta Didik: Kajian Teoretis Dan Empiris Pendidikan Karakter Dan Life Skills Studi Kasus Kab.Kolaka Ahmad Asdar; Nismawati Nismawati; Priska Emiliawati; Edi Usman; Askahar Askahar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kepramukaan merupakan salah satu bentuk pendidikan nonformal yang memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan keterampilan peserta didik, terutama pada aspek pendidikan karakter dan life skills. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan kepramukaan dalam mengembangkan keterampilan peserta didik melalui pendekatan pendidikan karakter dan kecakapan hidup. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pembina pramuka, peserta didik, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan berkontribusi positif dalam membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, dan kemandirian peserta didik. Selain itu, kepramukaan juga berperan dalam meningkatkan keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan dalam kepramukaan mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara holistik. Dengan demikian, kegiatan kepramukaan dapat dijadikan sebagai sarana pendukung yang efektif dalam pengembangan keterampilan peserta didik apabila dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan didukung oleh pembina yang kompeten serta kebijakan sekolah yang kondusif.
Peran Kelembagaan Kelompok Wanita Tani dalam Peningkatan Kapasitas dan Usaha Pertanian Berbasis Lokal Edi Usman; Ristiyanti Ahmadul Marunta; Andi Sri Wahyuni Nur; Hariyanti Hariyanti; Sudirman Asis; Bakri Bakri; Muh Ade Ilham Saputra
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober : JURRIT: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Tanaman
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrit.v4i2.7998

Abstract

This study aims to analyze the institutional effectiveness of Women Farmers Groups (Kelompok Wanita Tani/KWT) in enhancing members’ capacity and their role in agricultural enterprise development in Puulemo Village, Kolaka Regency. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through field observations, in-depth interviews with KWT leaders and members, and a review of relevant secondary data. Data were analyzed inductively through data reduction, data display, and thematic conclusion drawing.The findings indicate that the institutional effectiveness of the KWT is categorized as moderately effective, as reflected in a clear organizational structure, relatively high member participation, and the implementation of various capacity-building activities, including organic fertilizer production, horticultural cultivation, local food processing, and basic marketing practices. These activities have positively contributed to improving members’ knowledge, skills, and economic independence. However, institutional effectiveness has not been fully optimized due to limited post-training assistance, low digital literacy, and inadequate utilization of information technology for business development and product marketing.Furthermore, the KWT plays a strategic role in agricultural enterprise development through production activities, value-added processing, and local-scale marketing, which contribute to increasing household income. This study highlights the importance of strengthening institutional capacity, improving human resources, and optimizing the use of information technology and digital marketing to enhance the sustainability of KWT as a driver of rural women’s economic empowerment and local food security.