Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, dan upaya promotif–preventif melalui deteksi dini perlu dilakukan sejak usia remaja. Rendahnya pengetahuan, sikap, serta praktik pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja menunjukkan perlunya intervensi edukasi yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas remaja putri melalui pendidikan kesehatan dan pemberdayaan sebagai duta kesehatan berbasis pendekatan peer education. Kegiatan dilakukan di Desa Bukit Baling, Kabupaten Muaro Jambi, dan melibatkan 22 remaja putri. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan praktik SADARI menggunakan alat peraga, pre–post test, serta pembentukan duta kesehatan yang diberi pembekalan lanjutan untuk melakukan edukasi sebaya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, di mana 86,4% peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan ≥20% setelah intervensi, dan 95,4% mampu mempraktikkan SADARI dengan benar. Selain itu, enam peserta terpilih telah diberdayakan sebagai duta kesehatan dan mulai melakukan kampanye edukatif dalam komunitas remaja. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa 90,9% peserta menyatakan kegiatan ini meningkatkan kesadaran mereka terhadap deteksi dini kanker payudara. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman, sikap, dan keterampilan remaja serta membangun jejaring edukasi berkelanjutan melalui model pemberdayaan duta kesehatan. Ke depan, pendampingan lanjutan dan integrasi program di tingkat sekolah serta layanan kesehatan direkomendasikan agar dampak edukasi bersifat kontinu dan lebih luas.
Copyrights © 2025