Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan fisik dan psikososial, sehingga diperlukan intervensi promotif preventif yang komprehensif di tingkat komunitas. Program Bimbingan, Obrolan, Skrining, Talkshow, dan Edukasi Remaja (BOOSTER) dikembangkan sebagai respons kebutuhan tersebut di Desa Polorejo, Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan kesehatan remaja melalui skrining form Integrasi Layanan Primer (ILP) serta mengevaluasi efektivitas intervensi edukatif yang diberikan. Metode mencakup skrining terhadap 102 remaja untuk memetakan tekanan darah, perilaku merokok, dan indikator kesehatan jiwa, serta pre post test pada 28 peserta untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil skrining menunjukkan tiga isu utama yaitu, tekanan darah tinggi (31,37%), perilaku merokok (10,46%), dan masalah psikososial termasuk ketidaksukaan terhadap tubuh (11,8%). Temuan ini menjadi dasar pemilihan fokus intervensi Program BOOSTER yang dilaksanakan pada 26 Januari 2025. Evaluasi menunjukkan bahwa dari peserta yang awalnya memperoleh nilai pre test kurang baik, 96,42% berhasil mencapai skor baik pada post test. Observasi kegiatan juga memperlihatkan partisipasi aktif dalam sesi melukis emosi dan peracikan minuman herbal sebagai pembelajaran langsung. Secara keseluruhan, pendekatan edukasi partisipatif melalui Program BOOSTER efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja.
Copyrights © 2026