Penelitian ini bertujuan untuk menganalis implementasi kepemimpinan etis berbasis nilai-nilai kristiani, utamanya model servant leadership yang dijadikan sebagai solusi efektif untuk menangani dan mereduksi konflik di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan model kepustakaan, penelitian mengkaji berbagai jurnal, buku dan literatur terkait konflik di satuan pendidikan dan pendekatan kepemimpinan berbasis nilai kristiani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik di lingkungan sekolah bersifat multidimensional dan melibatkan seluruh stakeholder. Penyebab utama munculnya konflik yaitu miskomunikasi, perbedaan kepentingan, pembagian tugas yang tidak merata,perbedaan nilai atau gaya kerja, kepemimpinan yang tidak konsisten, persaingan atau kecemburuan, masalah pribadi. Konflik dapat berulang bahkan berujung pada ranah hukum, jika tidak ditangani secara bijaksana. Kepemimpinan etis Kristiani yang berlandaskan servant leadership dan nilai-nilai inti seperti kasih (agape), kerendahan hati, integritas, keadilan, keterbukaan, dan keteladanan Kristus (Markus 10:42–45; Yohanes 13:12–17; 1 Timotius 4:12) terbukti menjadi model paling efektif dalam mereduksi konflik, baik di sekolah Kristen maupun sekolah negeri yang dipimpin oleh pemimpin beriman. Penerapan model ini menciptakan budaya pelayanan, transparansi, dan saling mengasihi sehingga mampu mengubah iklim sekolah menjadi harmonis, meningkatkan kepuasan dan motivasi guru, menurunkan drastis kasus konflik yang berujung hukum, serta membentuk budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah. Penelitian ini merekomendasikan agar kepala sekolah menerapkan kepemimpinan hamba secara konsisten, yayasan/dinas pendidikan memasukkan pelatihan servant leadership Kristiani dalam pengembangan kepemimpinan, serta peneliti selanjutnya melakukan studi empiris di lapangan untuk mengukur efektivitas model ini secara kuantitatif dan kualitatif.
Copyrights © 2026