Pemanfaatan limbah ampas tapioka sebagai bahan baku briket energi alternatif merupakan inovasi ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan warga Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat secara signifikan, dengan rata-rata pemahaman naik dari 65,78% menjadi 96,37%. Produk yang dihasilkan berupa briket Cassafire dengan berbagai varian—briket original, aroma terapi, dan pengusir nyamuk—yang memiliki potensi pasar menjanjikan. Inovasi ini terbukti tidak hanya mengurangi limbah ampas tapioka, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat perekonomian lokal, dan mendukung konsep pembangunan berkelanjutan.
Copyrights © 2025