Styrofoam merupakan limbah yang sulit terurai dan mencemari lingkungan, banyak ditemui sebagai bahan kemasan wadah makanan, sehingga jumlah limbahnya terus bertambah. Kondisi existing infrastruktur jalan di kelurahan Lebak Denok masih kondisi jalan yang berupa tanah atau mengalami keruksakan karena daya dukung yang rendah, perbaikan jalan sering terlambat oleh keterbatasan anggaran pemerintah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tahun (2021) bahan Styrofoam dapat direkomendasikan untuk dipergunakan pada konstruksi non struktur misalnya infrastruktur perkerasan jalan setapak Footpath atau lingkungan yang ramah lingkungan. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan mitra Posyantek mengenai cara pengumpulan, pengolahan dan penerapan limbah Styrofoam menjadi paving block. Kegiatan berlangsung pada bulan Agustus 2025 dengan 30 peserta berasal dari anggota kelompok Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Harapan Denok dan ibu-ibu PKK. Metode dilakukan dengan sosialisasi, kampanye lingkungan dan workshop teknis pembuatan styrofoam menjadi paving block, serta membagikan kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah limbah Styrofoam, agregat halus, abu batu dengan komposisi semen 18,1752 kg, agregat halus (pasir), 57,9408 kg, abu batu 75,3228 kg, Styrofoam 0,43 kg, cetakan paving block ukuran 21x 10x 8 cm dengan uji tekan 19 mpa. Hasil dari pengabdian ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan limbah Styrofoam menjadi paving block dan menerima mesin pencacah Styrofoam dari Kemendiktisaintek untuk diterapkan di masyarakat serta terbentuknya unit sekal kecil pengolahan limbah Styrofoam.
Copyrights © 2026