Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan implementasi asesmen autentik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di ruang kelas digital pada jenjang sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI yang mengajar di sekolah berbasis sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara konsep ideal asesmen autentik dan praktik di lapangan. Meskipun sekolah telah difasilitasi dengan perangkat dan platform digital serta guru memiliki pemahaman teoretis mengenai penilaian holistik yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, implementasi asesmen autentik belum sepenuhnya optimal. Teknologi digital cenderung dimanfaatkan sebatas untuk mendigitalisasi bentuk penilaian konvensional, seperti pelaksanaan ujian daring dan pengolahan nilai, tanpa disertai pengembangan evaluasi yang interaktif, reflektif, dan bermakna. Tantangan utama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanistik, antara lain menurunnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI serta beban administratif yang tinggi sehingga membatasi ruang guru untuk membangun relasi personal dengan peserta didik. Temuan penting penelitian ini menyoroti strategi adaptif guru yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti asesmen, dengan menekankan pendekatan personal dan menjadikan penilaian akhlak sejajar dengan capaian akademik, bahkan dalam sistem digital yang cenderung kaku. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi digital dan pemanfaatannya dalam asesmen PAI, serta merekomendasikan pengembangan model asesmen digital yang lebih fleksibel, berorientasi pada penguatan karakter, meringankan beban guru, dan mampu menghidupkan kembali motivasi belajar siswa, sehingga teknologi benar-benar berfungsi memperkaya esensi pendidikan Islam.
Copyrights © 2026