Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa PAI di Sekolah Menengah Atas: Penelitian Okta Rosfiyani; Ataya Thalita Fawaz; Rizki Fadillah; Aqila Zulfa Ali; Galang Rafli Yus Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1633

Abstract

Critical thinking skills are essential to face the various challenges that exist in today's world. Therefore, it is expected that Islamic religious education (PAI) teachers can organize learning processes that encourage students to conduct critical analysis, assessment, and reflection on Islamic principles. This study aims to examine the role of PAI teachers in the development of critical thinking skills among high school studentsstudents(SMA). This research used a qualitative approach with a case study method in one of the vocational schools. Data were collected through in-depth interviews with PAI teachers and students, observation of the learning process, and document analysis such as rubrics of students' critical thinking skills, lesson plans and teaching materials. The results showed that PAI teachers acted as facilitators, motivators, and mediators in developing students' critical thinking skills through discussion, case study, and problem-based learning methods. However, challenges such as time constraints, curriculum load, and low student interest in abstract topics are still an obstacle.Overall, this study revealed that the active role of PAI teachers in implementing innovative learning strategies can improve students' critical thinking skills, although school policy support and teacher professional development are needed to optimize the results. The results of this study provide recommendations to educators and decision makers to improve training for teachers and incorporate critical literacy elements into the PAI curriculum.
Tantangan Guru PAI Melaksanakan Asesmen Autentik pada Tiga Domain Taksonomi Bloom di Era Digital Okta Rosfiyani; Alimah Zaini; Saumi Sumanior; Nurul Wafa; Maulana Malik Ibrahim; Desya Assyifa Yelviani; Najwa Putri Khaerani; M. Sofiyyurrahman; Rizky Fadhillah; Syahputra Panduwardan; M. Anjas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan implementasi asesmen autentik dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di ruang kelas digital pada jenjang sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap seorang guru PAI yang mengajar di sekolah berbasis sistem digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang kompleks antara konsep ideal asesmen autentik dan praktik di lapangan. Meskipun sekolah telah difasilitasi dengan perangkat dan platform digital serta guru memiliki pemahaman teoretis mengenai penilaian holistik yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan, implementasi asesmen autentik belum sepenuhnya optimal. Teknologi digital cenderung dimanfaatkan sebatas untuk mendigitalisasi bentuk penilaian konvensional, seperti pelaksanaan ujian daring dan pengolahan nilai, tanpa disertai pengembangan evaluasi yang interaktif, reflektif, dan bermakna. Tantangan utama tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga humanistik, antara lain menurunnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI serta beban administratif yang tinggi sehingga membatasi ruang guru untuk membangun relasi personal dengan peserta didik. Temuan penting penelitian ini menyoroti strategi adaptif guru yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai inti asesmen, dengan menekankan pendekatan personal dan menjadikan penilaian akhlak sejajar dengan capaian akademik, bahkan dalam sistem digital yang cenderung kaku. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara potensi teknologi digital dan pemanfaatannya dalam asesmen PAI, serta merekomendasikan pengembangan model asesmen digital yang lebih fleksibel, berorientasi pada penguatan karakter, meringankan beban guru, dan mampu menghidupkan kembali motivasi belajar siswa, sehingga teknologi benar-benar berfungsi memperkaya esensi pendidikan Islam.