Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting sangat bergantung pada praktik masyarakat, yang dipengaruhi oleh interaksi dengan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara Autonomy support dan Kompetensi Facilitation terhadap praktik pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode : Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak dibawa Usia 5 tahun Di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro yang berjumlah 169 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 63 orang. Variabel penelitian ini yaitu Autonomy support dan Kompetensi Facilitation dan Pencegahan Stunting di ukur menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil penelitian dari 63 orang menunjukkan ada hubungan Autonomy support Terhadap Praktik Pencegahan stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,003. Ada Hubungan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,001. Simpulan : Ada Hubungan Autonomy support Dan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Saran : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan dalam meningkatkan praktik pencegahan stunting. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berhubungan dengan pencegahan stunting dengan cakupan dan metode yang lebih luas.
Copyrights © 2026