Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS: Mekanisme Koping dan Tingkat Kecemasan Atrisnawati; Elin Hidayat; Widyawati L. Situmorang
Nursing Arts Vol. 18 No. 2 (2024): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v18i2.65

Abstract

Kondisi pasien dengan Gagal Ginjal Kronik (GGK) dalam pelaksanaan hemodialisis sering kali diwarnai dengan tingkat kecemasan yang tinggi. Mekanisme koping yang digunakan oleh pasien untuk menghadapi kecemasan ini bervariasi, namun sering kali mengalami kendala yang signifikan. Studi pendahuluan mengatakan bahwa pasien masih belum yakin akan mengalami kesembuhan walaupun menjalani hemodialisis dan terus merasakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah pada triwulan ke I dan II Tahun 2024 yang berjumlah 124 orang, dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 95 responden, dengan teknik pengambilan sampel puposive sampling. Analisis menggunakan uji statistisk Chi-Square Test. Hasil uji statik chi-square menunjukan nilai p=0,001 (p<0,05). Kesimpulan ada hubungan mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Hubungan Beban Kerja Dan Beban Akademik Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Non Reguler Tingkat Akhir Di Universitas Widya Nusantara: Penelitian St Hardianti Pratiwi Mt; Ni Nyoman Udiani; Elin Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1155

Abstract

Selain menghadapi tuntutan akademik, seperti penyelesaian skripsi atau tugas akhir, mahasiswa non-reguler juga harus mengelola tanggung jawab pekerjaan yang mereka emban. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan beban kerja dan beban akademik dengan tingkat stres pada mahasiswa non reguler tingkat akhir di Universitas Widya Nusantar. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif analitik dan desain cross-sectional. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan hubungan antara dua variabel melalui penerapan dua kuesioner, serta menganalisis data menggunakan uji chi-square. Populasi yang menjadi sasaran mencakup 78 mahasiswa non-reguler. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, di mana sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Dengan menggunakan rumus Slovin, sebanyak 44 responden ditetapkan sebagai sampel penelitian. Hasil univariat didapatkan bahwa mahasiswa non reguler memiliki beban kerja sedang sebanyak 39 responden (88,6%), beban akademik sedang sebanyak 31 responden (70,5) dan tingkat stres sedang sebanyak 38 responden (86,4). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dan tingkat stres pada mahasiswa non-reguler tingkat akhir, dengan nilai p sebesar 0,022 (p-value < 0,05). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara beban akademik dan tingkat stres pada mahasiswa non-reguler tingkat akhir Universitas Widya Nusantara, dengan nilai p sebesar 0,085 (p-value > 0,05).
Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli Asmawati; Sringati; Elin Hidayat
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.1934

Abstract

Jumlah glukosa dalam darah disebut kadar gula darah. Akivitas fisik, kategori, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan stres adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Stress mengubah produksi hormon kortisol, yang melawan efek insulin sehingga meningkatkan glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien Diabetes Melitus Tipe II tanpa komplikasi yang berkunjung dan memeriksakan diri di UPT Puskesmas Kota Managaisaki dari bulan Mei sampai April berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Uji analisis dengan uji spearman rank. Hasil penelitian univariat menunjukkan dari 43 responden, sebagian besar mengalami stress sedang (53,5%) dan Sebagian besar hiperglikemik (67,4%). Hasil penelitian bivariat menunjukkan ada hubungan yang kuat antara tingkat stress terhadap kadar gula darah (p-value = 0,000) dengan nilai korelasi 0,557. Ada hubungan yang kuat antara tingkat stress dengan kadar gula darah pada pasien dengan Diabetes Melitus di UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli.Saran: bagi UPT Puskesmas Kota Managaisaki Kabupaten Tolitoli agar dapat melakukan penyuluhan kepada pasien tentang pentingnya menjaga pola hidup.
Hubungan Strategi Koping Terhadap Resiliensi Caregiver Keluarga Pasien Skizofrenia di Klinik Jiwa UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Yusril JP Besi; Rahmat Doko; Elin Hidayat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4351

Abstract

Caregivers or family members who take care of people with schizophrenia (PWS) often experience a heavy psychological burden, stress, and high social pressure. These conditions can affect their ability to use adaptive coping strategies and decrease their level of resilience. Good resilience is essential for caregivers to adapt, endure challenges, and perform their role optimally. Objective: This study aims to determine the relationship between coping strategies and resilience among family caregivers of schizophrenia patients at the Mental Health Clinic of UPT RSUD Madani, Central Sulawesi Province. Methods: This research used a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. The study population consisted of caregivers of schizophrenia patients at the mental health clinic of UPT RSUD Madani Palu. The sample was calculated using the Fisher Z transformation formula, resulting in 48 respondents. The sampling technique used was purposive sampling. The instruments used were the adapted Brief COPE questionnaire to measure coping strategies and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25 items to measure resilience. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test. Results: The results showed a significant relationship between coping strategies and resilience among caregivers of schizophrenia patients (p = 0.000; p < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between coping strategies and resilience among caregivers of people with schizophrenia. Caregivers who employ adaptive coping strategies tend to have higher levels of resilience. Efforts to improve adaptive coping abilities through education, family counseling, and the establishment of support groups are needed to strengthen the psychological resilience of caregivers in providing care for schizophrenia patients.
Hubungan Define dan Measure Terhadap Pencegahan Ulkus Dekubitus pada Pasien dengan Gangguan Mobilitas Fisik : Penelitian Moh. Iksan; Elin Hidayat; Bayu Eka Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4446

Abstract

Decubitus ulcers are wounds caused by prolonged pressure on the skin, in patients with limited mobility. The aim of this study was to analyze the relationship between Define and Measure on the prevention of decubitus ulcers in patients with physical mobility disorders at Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province. Method: This study is quantitative with a cross-sectional approach, using an analytical observational design. The population in this study were 52 nurses in the Bougenville ward, ICU, and ICVCU. The sampling technique used was Proportional Stratified Random Sampling. Research Results: The results of the study from 52 respondents showed that there was no significant relationship between nurses' Define and the prevention of decubitus ulcers in patients with impaired physical mobility (Monte Carlo test, p = 0.051), there was a significant relationship between nurses' Measure and the prevention of decubitus ulcers in patients with impaired physical mobility (Monte Carlo test, p = 0.007). Conclusion: It was concluded that the nurse's Measure factor was significantly related to efforts to prevent decubitus ulcers, while the Define factor did not show a significant relationship. Suggestion: Nurses are expected to improve their understanding and application of the Define and Measure aspects in decubitus ulcer prevention. In general, increased knowledge, training, and ongoing evaluation are essential to optimize decubitus ulcer prevention efforts in patients with impaired physical mobility.
PENGARUH KOMPRES JAHE HANGAT TERHADAP PENURUNAN LOW BACK PAIN PADA LANSIA DI KELURAHAN TONDO : THE EFFECT OF WARM GINGER COMPRESSES ON REDUCING AMONG OLDER ADULTS IN TONDO VILLAGE Reza fahri, Fahri Reza; Elin Hidayat; Arniawan
Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol. 14 No. 01 (2026): Vol. 14 No.1 , Januari 2026
Publisher : Politeknik Insan Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52236/ih.v14i1.889

Abstract

Pendahuluan: Low back pain merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan berdampak pada penurunan kemampuan fungsional serta kualitas hidup. Penggunaan analgesik jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologi yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah kompres jahe hangat yang memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres jahe hangat terhadap penurunan nyeri low back pain pada lansia di Kelurahan Tondo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pre and post control group. Populasi berjumlah 60 lansia, dan sampel berjumlah 38 lansia yang mengalami dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok perlakuan diberikan intervensi kompres jahe hangat selama lima hari berturut-turut dengan durasi 15 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah diberikan kompres jahe hangat (p < 0,05). Tidak ditemukan perbedaan signifikan pada kelompok kontrol. Uji perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna setelah intervensi. Kesimpulan: Kompres jahe hangat efektif menurunkan nyeri pada lansia dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologi dalam praktik keperawatan komunitas. Kata kunci : Kompres jahe hangat, Lansia,