Jurnal Himasapta
Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025

Landslide Inventory and Relationship to Geological Conditions (Case Study: Trenggalek Regency, East Java

Mulyani, Kurnia Dewi (Unknown)
Manurung, Joel Maruba (Unknown)
Rini, Utari Retno Sulistyo (Unknown)
Manek, Emanuel Grace (Unknown)
Suparno, Fanteri Aji Dharma (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Jan 2026

Abstract

Inventarisasi kejadian longsoran penting dilakukan sebagai upaya mitigasi kejadian longsoran dimasa depan. Lokasi yang sering terjadi longsoran mempunyai kerentanan untuk terjadi bencana longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kejadian longsoran terdahulu dan menganalisis hubungan antara lokasi longsoran dan kondisi geologi serta kemiringan lereng. Inventarisasi longsoran menggunakan foto-foto kejadian longsoran yang terdapat keterangan koordinat lokasi. Peta kemiringan lereng menggunakan penggabungan 7 data demnas. Peta geologi menggunakan penggabungan peta geologi lembar Madiun, Pacitan dan Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan jumlah kejadian longsoran pada Kabupaten Trenggalek antara tahun 2024 dan Juni 2025 sebanyak 51 longsoran tersebar di Kecamatan Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, dan Kampak. Jenis longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran rotasional dan aliran debris dengan material longsoran berupa campuran tanah dan batuan yang merupakan hasil pelapukan tinggi dari batuan dasar yang sebagian besar berumur tersier. Longsoran paling banyak terjadi pada Formasi Mandalika dengan jumlah 36 kejadian. Lokasi longsoran sebanyak 34 longsoran berada pada lereng berbukit tersayat tajam/terjal dengan kemiringan 21% - 55%. 10 lokasi longsoran berada pada lereng berbukit bergelombang, 4 lokasi longsoran berada pada lereng bergelombang, dan 2 longsoran berada pada lereng miring landai. Kata-kata kunci: debris, inventarisasi, Mandalika, longsoran, Trenggalek  ABSTRACTInventory landslide is essential to mitigate future landslide events. Locations that are prone to landslides are vulnerable to landslide disasters. This study aims to map previous landslide events and analyze the relationship between landslide locations, geological conditions, and slope gradients. The landslide inventory uses photographs of landslide events with location coordinates. The slope gradient map uses a combination of 7 national survey datasets. The geological map uses a combination of Madiun, Pacitan, and Tulungagung geological maps. The analysis results show that the number of landslide events in Trenggalek Regency between 2024 and June 2025 was 51 landslides spread across the districts of Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, and Kampak. The landslides at the study site are rotational landslides and debris flows, with landslide material consisting of soil and rocks resulting from highly weathered bedrock, most of which is tertiary in age. The most landslides occurred in the Mandalika Formation, with 36 incidents. Thirty-four of the landslides were on steep, hilly slopes with gradients ranging from 21% to 55%. Ten of the landslides were on undulating hilly slopes, four on undulating slopes, and two on gently sloping slopes. Keywords: debris, inventory, Mandalika, landslide, Trenggalek

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jhs

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Energy Engineering

Description

Jurnal Himasapta merupakan berkala ilmiah yang terbit setiap bulan April, Agustus dan Desember serta memuat artikel ilmiah tentang Geosains untuk Aplikasi Pertambangan mulai dari Eksplorasi & Geologi, Geomekanika, Pengolahan Minerba, Ekonomi Mineral, dan Lingkungan Tambang. Artikel yang dimuat dari ...