Kurnia Dewi Mulyani
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Jember

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENILAIAN KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN MENGGUNAKAN METODE AVI PADA CEKUNGAN AIR TANAH KARANGANYAR-BOYOLALI Kurnia Dewi Mulyani
Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling Vol 1 No 01 (2023): Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling
Publisher : LPPM Universitas PRISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah industri merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran air tanah. Oleh karena itu perlu dilakukan perlindungan air tanah, salah satu upaya perlindungan air tanah adalah melakukan penilaian kerentanan air tanah. Lokasi penelitian berada pada Cekungan Air Tanah (CAT) Karanganyar-Boyolali merupakan cekungan air tanah yang mencakup 7 Kabupaten 1 Kota yang terdiri dari Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Semarang, Sragen, Karanganyar, dan Kota Surakarta. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data data bor, data geolistrik, dan data konduktivitas hidraulis. Metode AVI (Aquifer Vulnerability Index) merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk penilaian kerentanan dengan mempertimbangkan kondisi geologi berupa tebal jenis batuan dan nilai konduktivitas atau kemampuan batuan dalam mengalirkan air tanah dari batuan penutup akuifer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan air tanah terhadap pencemaran memiliki rentang sangat rendah, rendah, menengah, tinggi, dan sangat tinggi
Determination Coal Mine Ultimate Pit Limit based on Kepmen ESDM No. 227.K/MB.01/MEM.B/2023 and PP 26 2022 Suparno, Fanteri Aji Dharma; Aminah, Siti; Haeruddin, Haeruddin; Lestari, Rina; Mulyani, Kurnia Dewi; Manek, Emanuel; Sulistyo Rini, Utari Retno
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2025.v5i2.7236

Abstract

Economic factors and variables from geological resource models affect ultimate pit limit (UPL). Coal selling price, overburden stripping cost, coal mining cost, and royalties are among the economic factors taken into account in UPL. PP 26 2022 and Kepmen 227.K/MB.01/MEM.B/2023 both control the benchmark coal selling price and royalties. It takes a lot of time to determine UPL utilizing the Lerchs Grossman (LG) algorithm. UPL optimization is now feasible by integrating mining modelling software's Structured Query Language (SQL). The goal of this study is to determine UPL by maximizing coal resources at the site using the help of SQL in LG algorithm, which can optimize pits efficiently, precisely, and economically while taking the most recent laws into account. The study investigates a coal mine in Sanga-sanga, East Kalimantan. The study entails examining data processing using secondary data that was gathered for the study. Using the break-even stripping ratio (BESR) analysis approach, mining limitations are chosen. The chosen incremental stripping ratio (ISR) of 12.88 is in close proximity to the $13.41/ton break-even stripping ratio (BESR). The grid OPT015 in the optimization grid contains the incremental stripping ratio (ISR) value and considered as the UPL for the coal mine.
Analisis Lebar Jalan Tambang Terhadap Produktivitas Hydraulic Shovel Liebherr R996 & Dump Truck Hitachi EH4500 di PT XYZ Rini, Utari Retno Sulistyo; Manek, Emanuel G.; Mulyani, Kurnia Dewi; Aminah, Siti
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v5i2.53372

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang menerapkan sistem penambangan terbuka. Pengupasan lapisan tanah penutup batubara di Pit X PT XYZ dilakukan dengan alat muat hydraulic shovel Liebherr R996 sebanyak satu unit dan alat angkut dump truck Hitachi EH4500 sebanyak enam unit. Target pengupasan tanah penutup di Pit X adalah sebesar 2.100 BCM/jam. Saat ini produktivitas hydraulic shovel Liebherr R996 sebesar 1.970,385 BCM/jam dan untuk dump truck Hitachi EH4500 sebesar 1.450,77 BCM/jam. Saat ini target produktivitas belum tercapai karena adanya beberapa faktor di PT XYZ dan yang akan menjadi fokus penelitian ini pada faktor jalan angkut yang kurang lebar di beberapa titik. Upaya pencapaian produktivitas dapat dilakukan dengan cara pelebaran jalan angkut. Dari pengamatan lapangan waktu edar dump truck adalah 23,30 menit. Dengan simulasi perhitungan, pelebaran jalan dapat mengurangi waktu edar dump truck menjadi 21,30 menit dan produktivitas dump truck meningkat menjadi 1.703,03 BCM/jam. Namun, alternatif ini perlu digabungkan dengan beberapa alternatif tambahan dalam mencapai target yang signifikan di PT XYZ seperti meningkatkan nilai bucket factor shovel, peningkatan efisiensi kerja dan penambahan alat angkut. Sehingga pada akhirnya diharapkan adanya kelanjutan kajian terkait alternatif-alternatif tambahan tersebut sehingga PT XYZ dapat mencapai target yang diharapkan secara signifikan.
Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama Suparno, Fanteri Aji Dharma; Kusuma, Di Ajeng Arum; Haeruddin, Haeruddin; Aminah, Siti; Manek, Emanuel Grace; Rini, Utari Sulistyo; Mulyani, Kurnia Dewi
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Peningkatan produksi batubara di PT Cipta Kridatama site Dizamatra Powerindo memerlukan penambahan area Run of Mine (ROM) untuk menampung kelebihan produksi. ROM 4 sebagai area timbunan baru belum memiliki data teknis terkait daya dukung tanah, tinggi maksimum timbunan, dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geoteknik ROM 4 melalui uji berat volume batubara dan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk menentukan tinggi timbunan yang optimal. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan empat metode Limit Equilibrium Method (LEM): Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan Spencer. Hasil penelitian menunjukkan desain optimal timbunan ROM 4 memiliki tinggi maksimum 17 meter, sudut lereng 36°, dan kapasitas 511.594,44 ton. Nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi statis >1,3 dan dinamis >1,1. Metode Janbu menghasilkan nilai FK terkecil dibandingkan metode lainnya. Nilai FK setelah pembebanan menurun dibanding sebelum pembebanan akibat pengaruh beban tambahan terhadap kestabilan lereng. Secara keseluruhan, lereng ROM 4 dinyatakan aman dan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.
Landslide Inventory and Relationship to Geological Conditions (Case Study: Trenggalek Regency, East Java Mulyani, Kurnia Dewi; Manurung, Joel Maruba; Rini, Utari Retno Sulistyo; Manek, Emanuel Grace; Suparno, Fanteri Aji Dharma
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16249

Abstract

Inventarisasi kejadian longsoran penting dilakukan sebagai upaya mitigasi kejadian longsoran dimasa depan. Lokasi yang sering terjadi longsoran mempunyai kerentanan untuk terjadi bencana longsoran. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kejadian longsoran terdahulu dan menganalisis hubungan antara lokasi longsoran dan kondisi geologi serta kemiringan lereng. Inventarisasi longsoran menggunakan foto-foto kejadian longsoran yang terdapat keterangan koordinat lokasi. Peta kemiringan lereng menggunakan penggabungan 7 data demnas. Peta geologi menggunakan penggabungan peta geologi lembar Madiun, Pacitan dan Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan jumlah kejadian longsoran pada Kabupaten Trenggalek antara tahun 2024 dan Juni 2025 sebanyak 51 longsoran tersebar di Kecamatan Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, dan Kampak. Jenis longsoran di lokasi penelitian adalah longsoran rotasional dan aliran debris dengan material longsoran berupa campuran tanah dan batuan yang merupakan hasil pelapukan tinggi dari batuan dasar yang sebagian besar berumur tersier. Longsoran paling banyak terjadi pada Formasi Mandalika dengan jumlah 36 kejadian. Lokasi longsoran sebanyak 34 longsoran berada pada lereng berbukit tersayat tajam/terjal dengan kemiringan 21% - 55%. 10 lokasi longsoran berada pada lereng berbukit bergelombang, 4 lokasi longsoran berada pada lereng bergelombang, dan 2 longsoran berada pada lereng miring landai. Kata-kata kunci: debris, inventarisasi, Mandalika, longsoran, Trenggalek  ABSTRACTInventory landslide is essential to mitigate future landslide events. Locations that are prone to landslides are vulnerable to landslide disasters. This study aims to map previous landslide events and analyze the relationship between landslide locations, geological conditions, and slope gradients. The landslide inventory uses photographs of landslide events with location coordinates. The slope gradient map uses a combination of 7 national survey datasets. The geological map uses a combination of Madiun, Pacitan, and Tulungagung geological maps. The analysis results show that the number of landslide events in Trenggalek Regency between 2024 and June 2025 was 51 landslides spread across the districts of Munjungan, Panggul, Tugu, Bendungan, Dongko, Suruh, Watulimo, Pule, Gandusari, and Kampak. The landslides at the study site are rotational landslides and debris flows, with landslide material consisting of soil and rocks resulting from highly weathered bedrock, most of which is tertiary in age. The most landslides occurred in the Mandalika Formation, with 36 incidents. Thirty-four of the landslides were on steep, hilly slopes with gradients ranging from 21% to 55%. Ten of the landslides were on undulating hilly slopes, four on undulating slopes, and two on gently sloping slopes. Keywords: debris, inventory, Mandalika, landslide, Trenggalek