Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara, namun kesenjangan akses pendidikan masih menjadi permasalahan di Desa Pamubulan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan dan merumuskan strategi penguatan akses pendidikan berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui teknik pohon masalah dan matriks ranking melibatkan 25 peserta dari unsur pemuda, guru, dan perangkat desa. Hasil menunjukkan tiga hambatan utama yaitu keterbatasan ekonomi (72%), minimnya fasilitas belajar (64%), dan rendahnya akses informasi pendidikan (60%). Sementara itu, motivasi pemuda (80%), dukungan keluarga (68%), dan peran guru (56%) menjadi faktor pendukung. Kegiatan ini menghasilkan tiga rekomendasi program prioritas, yaitu pembentukan pusat informasi pendidikan desa, pelatihan akses beasiswa bagi pemuda, dan usulan alokasi anggaran pendidikan pada APBDes 2025. Kegiatan PRA memberikan kontribusi nyata dalam membuka ruang partisipasi masyarakat serta menghasilkan rencana aksi yang disepakati bersama untuk memperluas akses pendidikan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025