Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada era globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, terutama dalam bidang ekonomi dan perdagangan. Internet yang awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi kini telah bertransformasi menjadi platform utama dalam aktivitas bisnis dan transaksi perdagangan. Fenomena ini ditandai dengan munculnya toko daring (online shop) yang mengubah paradigma belanja masyarakat dari konvensional menjadi serba digital.Pasar Tanah Abang, sebagai pusat perdagangan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara, merupakan salah satu kawasan yang sangat terdampak oleh perkembangan digitalisasi ini. Kawasan ini tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi formal, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengandalkan aktivitas perdagangan informal sebagai sumber penghidupan utama. Namun, perkembangan online shop telah mengubah perilaku konsumen yang semakin beralih ke transaksi daring, sehingga berdampak pada penurunan jumlah pengunjung dan penjualan di pasar tradisional seperti Tanah Abang. PKL yang selama ini mengandalkan interaksi langsung dengan pembeli menghadapi tantangan besar untuk beradaptasi dengan perubahan ini. Banyak PKL yang belum memiliki pengetahuan, keterampilan, maupun akses teknologi yang memadai untuk memanfaatkan platform digital secara optimal. Kondisi ini berpotensi menurunkan pendapatan dan kesejahteraan mereka, sehingga diperlukan strategi adaptif yang efektif untuk menghadapi dinamika pasar digital dan membangun kembali daya saing di pasar digital.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari PKL aktif di JPM, pengelola JPM, dan konsumen daring. Penelitian ini menggunakan teori kesejahteraan sosial untuk memahami dampak digitalisasi terhadap kesejahteraan keluarga PKL, serta teori keunggulan bersaing Porter dan teori pertumbuhan pasar digital untuk mengkaji strategi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi online shop yang diterapkan PKL mencakup pemilihan platform e-commerce yang sesuai, penggunaan media sosial sebagai alat promosi, optimalisasi pelayanan daring, serta diferensiasi produk untuk menarik konsumen. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi strategi tersebut antara lain adalah tingkat literasi digital, akses terhadap modal dan perangkat teknologi, dukungan keluarga, serta respon konsumen. Kesimpulannya, penggunaan online shop memiliki dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan PKL, namun keberhasilannya sangat bergantung pada keterampilan digital dan dukungan ekosistem yang memadai.