Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas ekosistem kewirausahaan dalam mendukung kinerja usaha pertanian di Kabupaten Pasaman Barat. Pendekatan Regional Entrepreneurship Acceleration Program (REAP) digunakan untuk menilai enam dimensi utama yang memengaruhi perkembangan usaha, yaitu akses pasar, sumber daya manusia, pendanaan, regulasi, peran universitas, dan budaya kewirausahaan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kinali dan Luhak Nan Duo melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha pertanian yang dipilih sebagai responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua kecamatan memiliki tingkat efektivitas ekosistem yang berada pada kategori sedang, dengan kekuatan dan kelemahan yang berbeda pada tiap dimensi. Kinali cenderung unggul dalam akses pasar dan dukungan regulasi, sedangkan Luhak Nan Duo lebih kuat pada jejaring dan kolaborasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekosistem yang lebih kondusif mendorong peningkatan kinerja usaha, baik dari sisi perkembangan usaha maupun kemampuan bersaing. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses pendanaan agar ekosistem kewirausahaan di sektor pertanian dapat berkembang lebih optimal.
Copyrights © 2026