Fenomena judi online (judol) telah menjadi masalah lintas generasi yang serius, ditandai dengan peningkatan prevalensi signifikan dan dampak negatif luas, mulai dari kerugian finansial, stres, depresi, hingga paparan pada anak-anak usia di bawah 10 tahun. Studi kepustakaan ini mengusulkan solusi ketahanan mental yang bersifat preventif dan kuratif, berakar pada perspektif Al-Qur’an dan tasawuf, khususnya melalui telaah Tafsir Ibn 'Ajībah. Solusi ini dirumuskan dalam akronim SAKTI (Sabar, Awas, Kasb, Takziyah, dan Ingat). Sabar ditekankan untuk melawan sifat serakah (thama’) dan menolak godaan kekayaan instan; Awas (Muraqabah dan Muhasabah) bertujuan membangun kesadaran diawasi Allah (wa huwa ma'akum ayna ma kuntum) untuk mencegah perilaku tersembunyi judol dan mengarahkan pada rezeki yang diperoleh secara bertahap; Kasb (Usaha Halal) menggantikan perolehan harta secara bathil (judi) dengan usaha yang sah, menjadikannya sebagai perdagangan spiritual yang mendekatkan diri kepada Kebenaran (al-Haqq); Takziyatun Nafs (Penyucian Jiwa) berfokus pada keberhasilan meraih keinginan dan terhindar dari kefasikan (judol) dengan memilih ketaatan ; dan terakhir, Ingat (Dzikrullah) adalah jalan untuk mencapai ketenangan hati sejati (iṭmi'nān), yang menggantikan kegelisahan (qalaq) dan ketergantungan pada materi yang cepat hilang dengan kekayaan spiritual (ghina). Melalui transformasi batin SAKTI, individu dapat membangun benteng spiritual yang kuat untuk menanggulangi dampak destruktif judi online.
Copyrights © 2026