Pembentukan buah partenokarpi dapat dilakukan dengan induksi menggunakan zat pengatur tumbuh, seperti giberelin. Salah satu sumber hormon giberelin alami terdapat pada tanaman eceng gondok sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti hormon giberelin sintetis. Penelitian ini dilaksanakan sejak Januari – April 2024 di lahan percobaan SMK-PP Negeri Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan Rancangan Acak Kelompok faktorial dua faktor dengan rancangan perlakuan Rancangan Petak Terbagi. Varietas sebagai petak utama dan konsentrasi ekstrak akar eceng gondok sebagai anak petak. Peubah yang diamati, yaitu umur berbunga, jumlah bunga, jumlah rangkaian bunga, bobot segar per buah, bobot daging buah per buah, panjang buah, diameter buah, jumlah biji, dan bobot kering biji. Terdapat interaksi antara konsentrasi ekstrak akar eceng gondok dengan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap peubah jumlah biji, kombinasi terbaik terhadap jumlah biji adalah varietas Yumi F1 dan konsentrasi ekstrak 250 ppm yang menghasilkan jumlah biji terendah sebanyak 270,64 butir. Sementara itu, faktor tunggal menunjukkan tidak berpengaruh pada semua peubah.
Copyrights © 2026