Bandar Udara Atung Bungsu (PXA/WIPY) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, belum memiliki rumah dinas meskipun berjarak ±30 km dari pusat kota, sehingga dibutuhkan pembangunan fasilitas hunian bagi pegawai. Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi biaya dan waktu pembangunan 3 unit rumah dinas type 36 dengan dua jenis material dinding: bata merah dan bata ringan. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif-komparatif melalui analisis Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, dan kurva S. Hasil menunjukkan biaya pembangunan menggunakan bata ringan sebesar Rp193.660.613, lebih hemat 3,91% dibandingkan bata merah sebesar Rp201.224.528. Kurva S menunjukkan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding dengan bata ringan lebih singkat dan bobot mingguan lebih tinggi. Dengan demikian, penggunaan bata ringan lebih efisien baik dari sisi biaya maupun durasi pembangunan.
Copyrights © 2025