Latar Belakang: Lulur adalah ekstrak bahan alami dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub yang digunakan untuk kecantikan. Salah satu bahan alam yang dikenal terbukti khasiatnya sebagai antioksidan adalah Jintan Hitam (Nigella sativa L.) dan kayu manis (Cinnamomum burmani). Jintan Hitam (Nigella sativa L.) mengandung asam lemak esensial tak jenuh (asam linoleat dan asam linolenat) yang berfungsi meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan. Tujuan: Mengetahui evaluasi mutu fisik dan pengaruh variasi konsentrasi emulgator yang baik pada sediaan lulur krim dari kandungan jintan hitam (Nigella sativa L.) dikombinasi dengan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani). Metode: Metode penelitian ini menggunakan true eksperimental. Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani) dan tepung jintan hitam (Nigella sativa L.) dibuat sediaan lulur krim dengan variasi konsentrasi trietanolamin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sediaan lulur krim jintan hitam (Nigella sativa L.) dikombinasi dengan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmani) dengan variasi konsentrasi trietanolamin memenuhi parameter organoleptis, homogenitas, uji pH dan uji viskositas tetapi tidak memenuhi parameter uji daya sebar. Variasi konsentrasi pada setiap formulasi memiliki perbedaan pada uji pH (0.027), viskositas (0.022) dan tidak memiliki perbedaan pada daya sebar (0.365). Simpulan: Dari ketiga formula lulur krim jintan hitam dengan ekstrak kayu manis dengan variasi konsentrasi trietanolamin belum memenuhi evaluasi mutu fisik dan sehingga tidak menunjukkan variasi konsentrasi emulgator yang baik.
Copyrights © 2025