Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan biaya tinggi. Analisis efektivitas biaya (Cost Effectiveness Analysis, CEA) digunakan untuk menentukan pilihan terapi yang efisien antara biaya dan hasil klinis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi antidiabetik oral yang paling cost-effective pada pasien rawat jalan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional cross sectional dengan data retrospektif dari rekam medis pasien bulan November 2024. Sampel meliputi 250 pasien BPJS dan 47 pasien umum. Analisis dilakukan terhadap biaya medis langsung (obat, laboratorium, konsultasi) dan efektivitas penurunan kadar gula darah sewaktu (GDS). Nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) digunakan untuk menentukan terapi yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien BPJS, terapi Glimepiride monoterapi memiliki nilai ACER terendah (Rp1.103,05) dan efektivitas 100%. Kombinasi Metformin–Glimepiride menunjukkan ACER Rp1.934,14 dan efektivitas 69,44%. Pada pasien umum, kombinasi Glucophage XR–Glimepiride memiliki ACER Rp5.128,10 dan efektivitas 100%.. Kesimpulan: Terapi Glimepiride merupakan regimen paling cost-effective untuk pasien BPJS, sedangkan kombinasi Glucophage XR–Glimepiride paling efisien untuk pasien umum.
Copyrights © 2025