Permintaan terhadap produk ayam yang halal, aman,dan higienis terus meningkat, namun pada RPA skala UMKMseperti UD Satu Hati masih ditemukan risiko yang mengancamkehalalan produk, seperti kurangnya pelatihan teknispenyembelihan halal sesuai syariat dan Kurang ada maintencedan pemeriksaan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antarastandar halal yang diharapkan dan praktik di lapangan.Penelitian ini penting karena kepercayaan konsumen terhadapproduk halal sangat bergantung pada integritas proses produksi.Penelitian ini menggunakan metode SCOR digunakan untukmemetakan aktivitas dalam rantai pasok, sementara House ofRisk (HOR) diterapkan untuk mengidentifikasi sertamemprioritaskan risiko, lalu merumuskan strategi mitigasiberdasarkan efektivitas dan kemudahan pelaksanaan.Kontribusi utama dari penelitian ini adalah model mitigasi risikoyang aplikatif bagi RPA kecil. Hasil utama menunjukkan bahwarisiko tertinggi adalah kelalaian dalam penyembelihan dankurangnya pelatihan pekerja. Strategi yang disarankan meliputipelatihan rutin, penyusunan SOP, serta pengawasan prosedurhalal. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhanterhadap standar halal dan kualitas operasional RPA.Kata kunci — SCOR, House of Risk manajemen risiko, rantaipasok halal, RPA
Copyrights © 2025