This study aims to analyze the concept of equilibrium or balance between goods and money markets using the IS-LM model, both within a conventional economic framework and an Islamic economic perspective. Using quantitative descriptive methods with secondary data from 1969-1998 in Indonesia, this study evaluates how fiscal and monetary policies interact in determining national income and interest rates. The analysis shows that general equilibrium is achieved through appropriate policy synchronization. From an Islamic perspective, this model is modified by replacing interest with profit sharing and fees on idle productive assets. These findings confirm that the IS-LM model remains relevant as a tool for economic policy analysis, with the caveat that instrument adjustments are necessary to achieve economic justice and social welfare in accordance with Sharia principles. Keywords: IS-LM Model, Equilibrium, Fiscal Policy, Monetary Policy, Islamic Economics Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep ekuilibrium atau keseimbangan pasar barang dan pasar uang melalui model IS-LM, baik dalam kerangka ekonomi konvensional maupun perspektif ekonomi Islam. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder periode 1969-1998 di Indonesia, kajian ini mengevaluasi bagaimana kebijakan fiskal dan moneter berinteraksi dalam menentukan pendapatan nasional dan suku bunga. Hasil analisis menunjukkan bahwa titik keseimbangan umum tercapai melalui sinkronisasi kebijakan yang tepat. Dalam perspektif Islam, model ini dimodifikasi dengan mengganti instrumen bunga menjadi bagi hasil dan biaya atas aset produktif yang menganggur. Temuan ini menegaskan bahwa model IS-LM tetap relevan sebagai alat analisis kebijakan ekonomi, dengan catatan penyesuaian instrumen diperlukan untuk mencapai keadilan ekonomi dan kemaslahatan sosial sesuai prinsip syariah. Kata kunci: Model IS-LM, Ekuilibrium, Kebijakan Fiskal, Kebijakan Moneter, Ekonomi Islam.
Copyrights © 2026