Latar Belakang: Permasalahan sampah di pasar tradisional masih menjadi isu krusial dalam kesehatan lingkungan, khususnya di Pasar Aur Kota Bukittinggi yang menghasilkan lebih dari 2 ton sampah per hari dengan tingkat partisipasi pedagang yang rendah dalam pengumpulan dan pemilahan. Penelitian ini berlandaskan teori Lawrence Green mengenai faktor predisposisi, pemungkin, dan pendorong dalam perilaku kesehatan, serta kajian pustaka terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat Tujuan: Penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan partisipasi pedagang dalam pengumpulan sampah sebagai dasar perumusan kebijakan kebersihan pasar Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel sebanyak 99 pedagang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner terstruktur dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen instansi terkait. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,006; OR = 7.400), sikap (p=0,000; OR= 43,107), serta sarana prasarana (p=0,000; OR = 19,167) dengan partisipasi pedagang, sedangkan peran petugas kebersihan tidak berhubungan signifikan (p=0,051; OR = 3,032). Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi, penyediaan fasilitas memadai, serta pengawasan berkelanjutan untuk mendorong keterlibatan pedagang. Simpulan dan Rekomendasi: Bahwa partisipasi pedagang dapat ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah, pengelola pasar, dan masyarakat guna mewujudkan lingkungan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.
Copyrights © 2026